Berita Metro

Rabu, 11 April 2018  18:59

Gus Ipul, Kunjungi Sentra Pembuatan Jajanan Khas Kediri

Gus Ipul, Kunjungi Sentra Pembuatan Jajanan Khas Kediri
Gus Ipul saat kunjungi Sentra pembuatan tahu di Kota Kediri
Kediri (BM)- Jajanan khas Kediri, yakni tahu takwa menjadi perhatian tersenidir bagi Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa dengan Gus Ipul. Mantan Wakil Gubernur dua kali tersebut langsung berkunjung ke sejumlah sentra pembuat tahu takwa yang ada di Kelurahan Tinalan Kota Kediri, Rabu (11/4).

Dalam kunjungan tersebut Gus Ipul menyerap aspirasi sejumlah sentra pembuat tahu takwa. Apakah ada kendala atau kesulitan dalam proses produksi tahu apa tidak.

"Industri rumahan yang sudah dikenal oleh masyarakat dan menjadi ikon Kota Kediri. Setelah kami berdialog dengan pengrajin, mereka mengaku tidak mengalami kendala mengenai bahan baku, hanya masalahnya harus impor," ungkap Gus Ipul.

Pasalnya kalau tidak impor bahan baku kedelai dari lokal hasilnya kurang memuaskan. Banyak kedelai lokal yang masih tercampur dengan kedelai muda. Sehingga ketika dibuat tahu hasilnya kurang bagus terutama terkait rasa.

"Tantangan kita ke depan bagaimana kita bisa swasembada kedelai, tetapi dengan kualitas yang bisa unggul untuk bahan baku tahu maupun tempe. Sebab produk tahu dan kedelai di Jawa Timur sudah menjadi bagian dari makanan sehari-hari," imbuh Gus Ipul.

Para petani di Jawa Timur sudah berusaha membudidayakan pertanian kedelai yang berkualitas baik. Tetapi dari serangkaian uji coba yang dilakukan, belum mendapatkan hasil yang diinginkan. Sehingga sampai hari ini, hingga ke depan, perajin tahu dan tempe masih mengandalkan kedelai impor.

"Ini menjadi pekerjaan di Jawa Timur. Apabila sekarang pati (tepung) sudah surplus, jagung juga sudah mulai surplus, maka satu-satunya kedelai yang masih menjadi persoalan. Padahal produk kebutuhan kedelai cukup tinggi, terutama untuk bahan baku tahu dan bahan baku tempe," ujar Gus Ipul.

Perajin tahu mengaku, apabila pasar (market jual) produk mereka selama tidak ada masalah. Tetapi karena produk ini memiliki daya tahan yang tidak lama yaitu, maksimal tiga hari, maka tempat pemasarannya pun hanya sampai di sekitar Kediri saja.

"Saya senang para perajin sudah ada inovasi. Namanya stik tahu, itu pun bertahan selama 15 hari. Kalau nanti diinovasi kemudian lahir turunan-turunan produk-produk lain, pasti akan sangat menarik," terus Gus Ipul.(bad)




Berita Terkait