Berita Metro

Rabu, 25 Februari 2018  21:10

Antisipasi Kekurangan Air, BI Bangunkan Petani Embung Air

Antisipasi Kekurangan Air, BI Bangunkan Petani Embung Air
Peresmian Embung di Desa Kebunrejo Kecamatan Kepung Kab.Kediri oleh Bank Indonesia
Kediri (BM)- Warga lereng Gunung Kelud khusunya Desa Kebonrejo Kecamtan Kepung Kabupaten Kediri  akhirnya bisa berbahagia setelah, Bank Indonesia membangunkan waduk mini (embung) untuk petani desa setempat.

Hal itu ditandai dengan  Dewan Gubernur Bank Indonesia Ibu Rosmaya Hadi, Minggu (25/2) pagi di Desa Kebonrejo Kecamtan Kepung  meresmikan dan menyerahkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa Waduk Mini (Embung) berukuran 6.000 m2 dengan kedalaman 3,5 meter ke Pemerintah Kabupaten Kediri.

Kepala BI Kediri Djoko Raharto menjelaskan Pembangunan embung tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank Indonesia yang ditujukan untuk membantu mengatasi permasalahan ketersediaan air bagi para petani pada saat memasuki awal tanam di musim kemarau sehingga dapat menekan biaya produksi budidaya cabai, mendorong ketersediaan produksi, meningkatkan stock cabai, dan pada gilirannya dapat mengurangi gejolak harga cabai di pasaran lokal dan nasional. “ Luas lahan yang akan terbantu minimal seluas 50 hektar,” ujarnya.

Pembangunan embung dimulai pada tanggal 4 November 2013 dan diselesaikan pada tanggal 30 Januari 2014.  Namun demikian pada bulan Februari 2014, terjadi letusan besar Gunung Kelud sehingga embung mengalami kerusakan dan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pada tanggal 15 September 2017 perbaikan embung dilakukan dan dapat diselesaikan pada tanggal 31 Januari 2018. Perbaikan ditekankan pada mekanisme input air yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat menangkap air hujan lebih banyak dengan jangka waktu yang relatif lebih pendek dengantingkat sedimentasi yang rendah. Selain itu juga dilakukan penguatan struktur embung sesuai dengan spesifikasi teknis yang lebih baik.

Keberadaan embung yang cukup cantik tersebut mendapatkan respon yang positif dari masyarakat dan kelompok tani, ada rasa memiliki, dan ide-ide inovatifpun muncul. Ide inovatif tersebut antara lain: pembuatan standard operating procedure (SOP)manajemen pemanfaatan air secara profesional, pengembangan pariwisata tematik, menjadikan desa edukasi budidaya cabai,  dan pengembangan komoditas unggulan lain seperti durian.

Harapan kami ke depan, kiranya embung dapat dikelola dengan baik, profesional, guyup, dan berorientasi jangka panjang sehingga dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.(bd)




Berita Terkait