Berita Metro

Selasa, 16 Juli 2019  19:16

Wakil Ketua DPRD Surabaya Dijebloskan ke Medaeng

Wakil Ketua DPRD Surabaya Dijebloskan ke Medaeng
Darmawan, Wakil ketua DPRD Kota Surabaya menutupi wajahnya dengan koran saat berada di mobil tahanan.

SURABAYA (BM) - Darmawan, Wakil ketua DPRD Surabaya dijebloskan ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Selasa (16/7/2019). Darmawan ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas).

Sebelum dijebloskan ke tahanan, Darmawan lebih dulu menjalani pemeriksaan sebagai saksi di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak. Usai 6 jam menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Darmawan langsung ditetapkan sebagai tersangka dan digelandang mengenakan rompi tahanan.

Dari pantauan Berita Metro, Darmawan keluar dari ruangan pemeriksaan dengan mengenakan rompi tahanan warna merah muda. Saat digelandang menuju mobil tahanan, Darmawan terus menerus berusaha menutupi wajahnya dengan koran dan topi yang dibawanya.

Saat ditanya perihal kasus yang menjeratnya, Darmawan mengaku menunggu persidangan lebih lanjut. “Ya sambil menunggu proses lebih lanjut. Ya menunggu proses peradilan lebih lanjut,” kata pria yang akrab disapa Aden ini kepada para wartawan.

Sementara itu, Rahmat Supriyadi, Kepala Kejari Tanjung Perak mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan kasus Jasmas. “Setelah melakukan pemeriksaan, tim penyidik menyimpulkan memperoleh dua lebih alat bukti keterlibatan dengan terdakwa yang sekarang dalam tahap penuntutan saudara Tjong. Selanjutnya penyidik menetapkan inisal D selaku Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya sebagai tersangka,” katanya.

Sebelum Darmawan, salah satu anggota DPRD Kota Surabaya yaitu Sugito telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan Darmawan dan Sugito sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus Jasmas dengan tersangka Agus Setiawan Tjong.

Perlu diketahui, penyimpangan dana Jasmas 2016 ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya diantaranya, untuk pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system.

Diduga sejak pengajuan proposal hingga pembuatan laporan pertanggung jawaban (LPJ) sudah dikonsepkan terlebih dulu. Para ketua RT dan RW hanya tahu beres dan menerima fee sebesar 1 hingga 1,6 persen.

Dalam kasus Jasmas ini, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Darmawan mengkoordinir puluhan proposal dari RT yang mengajukan dana pada 2016.

"Sesuai dengan komitmen kami yang akan menuntaskan penyidikan, hari ini kami menahan D yang jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya atas perkara korupsi dana Jasmas tahun 2016," kata Kajari Tanjung Perak Rahmat Supriyadi di Kejari Tanjung Perak, Selasa (16/7/2019).

Rahmat menjelaskan, penahanan Darmawan berdasarkan alat bukti dari pengembangan terdakwa Agus Setiawan Tjong yang saat ini menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Juanda. Selain itu, tersangka juga terbukti mengkoordinir puluhan proposal dari RT yang mengajukan Jasmas pada 2016.

"Yang bersangkutan sama seperti tersangka yang lainnya yakni Saudara Sugito. Yang bersangkutan mengkoordinir proposal dari (tingkat) RT (Rukun Tetangga). Proposal dari D ada 80 proposal," imbuh Rahmat.

Saat ditanya apakah ada tersangka lain dalam kasus Jasmas 2016, Rachmad mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman kasus.

"Yang pasti kami tetap berkomitmen, dan perannya masih kami dalami," pungkas Rahmat.

Kasus Jasmas terbongkar setelah Agus Setiawan Tjong ditahan Kejari Tanjung Perak pada 1 November 2018. Ia terlibat dalam proyek pengadaan tenda, meja, kursi dan sound system.

Dana Jasmas tersebut berasal dari APBD Pemkot Surabaya 2016. Dari hasil audit BPK, ditemukan selisih angka satuan barang. Negara dirugikan hingga Rp 4,9 miliar. (arf/det/tit)




Berita Terkait