Berita Metro

Rabu, 16 Mei 2018  17:09

Tiga Terdakwa Order Fiktif Grab Dituntut Berbeda

Tiga Terdakwa Order Fiktif Grab Dituntut Berbeda
Lim Chandra, Liem Andrew Agatha, dan Mauriciano menjalani sidang di PN Surabaya, Rabu (16/5/2018).

SURABAYA (BM) – Tiga terdakwa kasus order fiktif Grab dituntut berbeda pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (16/5/2018). Sindikat pembobolan akun Grab ini dinyatakan bersalah akibat perbuatannya.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ferry E Rahman menyatakan, ketiga terdakwa bersalah karena telah bekerja sama melakukan order fiktif driver Grab. Terdakwa Lim Chandra dituntut 8 bulan penjara. Sedangkan dua terdakwa lainnya yaitu Liem Andrew Agatha dan Mauriciano dituntut masing-masing 6 bulan penjara.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Lim Chandra dengan pidana penjara selama 8 bulan. Untuk terdakwa Liem Andrew dan terdakwa Mauriciano masing-masing selama 6 bulan penjara,” ujar JPU Ferry di hadapan majelis hakim yang diketuai Timur Pradoko.

Atas tuntutan ini, hakim Timur Pradoko mempersilahkan kepada ketiga terdakwa untuk mengajukan pembelaan (pledoi) di persidangan berikutnya. Untuk terdakwa Liem Andrew Agatha yang didampingi penasehat hukumnya Daniel Wibowo akan mengajukan pledoi secara tertulis. Sedangkan dua terdakwa lainnya membacakannya lisan. “Pembelaan saya lisan saja Pak Hakim,” jawab Lim Chandra dan Mauriciano.

Usai sidang, Daniel Wibowo, kuasa hukum Liem Andrew Agatha mengaku tak terima dengan tuntutan JPU Ferry. “Saya tak sependapat karena tak terbukti bersalah dan bisa diputus onslag (putusan bebas),” jelasnya.

Ia menambahkan, dari keterangan saksi ahli terungkap bahwa program Grab harus tersertifikasi sehingga ada perlindungan hukumnya. “Saat diminta, mereka tidak bisa menunjukkannya,” ujar Daniel.

Perlu diketahui, ketiga terdakwa telah memanipulasi data aplikasi tentang informasi dan transaksi elektronik perusahaan grab di area cabang Jatim dengan membuat dan menerima orderan fiktif. Orderan fiktif seakan-akan order asli dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari Grab dengan memberikan bonus insentif tanpa mereka bekerja dengan kewajiban menerima orderan untuk mengantar penumpang.(arf/tit)




Berita Terkait