Berita Metro

Senin, 08 Januari 2018  18:33

Ngaku Dokter RS Siloam, Dokter Gadungan Tipu Calon Perawat

Ngaku Dokter RS Siloam, Dokter Gadungan Tipu Calon Perawat
Terdakwa Chandra Hermawan saat menjalani persidangan di PN Surabaya.

SURABAYA (BM) - Tiga korban memberikan keterangan sebagai saksi pada sidang kasus penipuan dengan terdakwa Chandra Hermawan. Pria asal Mojokerto ini diadili atas kasus penipuan berkedok dokter gadungan.

Tiga saksi korban yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi diantaranya, Ridwan Kirvianto, Endang Puspitasari, dan Khoirul Huda. Ketiga saksi merupakan korban yang dijanjikan pekerjaan oleh terdakwa sebagai perawat di Rumah Sakit Siloam, Surabaya.

Kepada majelis hakim yang diketuai Yulisar, Ridwan mengaku pertama kali bertemu dengan terdakwa di kantor salah satu kantor bank di Surabaya. “Saat ketemu dia mengaku sebagai dokter di RS Siloam. Kemudian saya minta info loker (lowongan pekerjaan) ke terdakwa sebagai perawat, terdakwa mengaku memang ada sedang ada lowongan di RS Siloam,” ujarnya pada persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (8/1/2018).

Beberapa waktu berikutnya, terdakwa menelepon Ridwan dan meminta agar terdakwa menyerahkan sejumlah uang agar bisa diterima bekerja sebagai perawat di RS Siloam. “Saat berkunjung ke rumah terdakwa, saya tanya ke anaknya kalau ayahnya bekerja dimana. Kata anaknya, ayahnya (terdakwa) dokter bedah,” terangnya.

Dari situlah Ridwan semakin yakin bahwa terdakwa merupakan seorang dokter di RS Siloam. Proses interview kemudian dilakukan terdakwa terhadap Ridwan di sebuah cafe yang berlokasi di RS Siloam. “Total saya serahkan uang Rp 35 juta kepada terdakwa. Kemudian saya disuruh menunggu,” kata terdakwa.

Namun beberapa bulan berlalu, ternyata terdakwa tak kunjung mewujudkan impian Ridwan yang ingin bekerja sebaga perawat. Bahkan terdakwa seringkali menghindar saat Ridwan hendak mengajaknya untuk ketemuan.

Kesal dengan ulah terdakwa, Ridwan lantas berusaha mencari informasi apakah benar terdakwa merupakan dokter di RS Siloam. “Saya dapat info bahwa terdakwa punya tunggalan di bank. Saya kaget masak dokter punya tunggakan bank. Kemudian saya tanya ke pihak rumah sakit, ternyata manajemen RS Siloam menyatakan terdakwa bukan seorang dokter,” beber Ridwan.

Hal senada juga diungkapkan Endang Puspitasari, dan Khoirul Huda. Endang mengaku telah menyerahkan uang Rp 25 juta, sementara Khoirul mengaku telah menyerahkan uang Rp 24 juta kepada terdakwa. “Uangnya saya serahkan cash dan transfer melalui rekening istri terdakwa (Fury Indah Kurnia),” kata Khoirul.

Merasa dikibuli, akhirnya para korban dan manajemen RS Siloam sepakat bersama-sama melaporkan terdakwa ke polisi. Atas perbuatannya, terdakwa akhirnya ditangkap polisi dan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. (arf/tit)




Berita Terkait