Berita Metro

Rabu, 02 Mei 2018  17:45

Ngaku Ditekan Penyidik, Pelatih Atlet Selancar Cabut BAP

Ngaku Ditekan Penyidik, Pelatih Atlet Selancar Cabut BAP
Mohamad Denand Fadel Bangsawan alias Fadelan dan Kuswanto saat menjalani persidangan.

SURABAYA (BM) - Mohamad Denand Fadel Bangsawan alias Fadelan (25), terdakwa kasus narkoba mengaku ditekan saat diperiksa oleh penyidik. Atas hal itu, pelatih atlet selancar ini langsung mencabut keterangannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Slamet, Fadelan mengklaim keterangannya di BAP tidak sesuai dengan keterangannya saat dirinya diperiksa penyidik. “Saya hanya disuruh mengakui apa yang diterangkan Kuswanto (terdakwa lainnya). Saya terus ditekan disuruh mengakui,” ujar Fadelan pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (2/5/2018).

Fadelan yang didampingi kuasa hukumnya Sunarno Edy Wibowo ini juga membantah dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Linda Karundeng. Ia menolak jika dituduh sebagai bagian dari sindikat narkoba bersama terdakwa Kuswanto. “Saya tidak pernah nyabu dan saya juga tidak pernah beli sabu. Saya dibonceng Kuswanto untuk mencari truk yang mau saya sewa untuk pertandingan selancar atlet saya. Jadi saya tidak mengetahui kalau waktu itu Kuswanto mau membeli sabu,” bebernya.

Fadelan menambahkan, Kuswanto yang merupakan anak buahnya di tempat latihan atlet selancar ini awalnya minta tolong pada dirinya meminjami uang Rp 150 ribu. Uang yang dipinjam itu akan digunakan untuk membeli pempers anaknya. “Saya kemudian sama dia (Kuswanto) ke ATM untuk mengambil uang Rp 150 ribu. Kemudian saya dan Kuswanto berboncengan untuk mencari truk sebagai kendaraan atlet saya yang mau tanding. Dan saya betul-betul tidak mengetahui kalau Kuswanto mau membeli sabu,” kilah Fadelan.

Atas dasar itulah, Fadelan kemudian menyabut keterangannya di dalam BAP. Pasalnya keterangan dalam BAP disebutnya sudah tak sesuai dengan keterangannya selama menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam dakwaan disebutkan, Fadelan dan Kuswanto ditangkap polisi saat berboncengan motor dan melintas di Jalan Kenjeran, Surabaya pada November 2017 sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti berupa satu poket sabu seberat 0,43 gram dari tangan keduanya. Sabu tersebut dibeli dari seseorang yang tidak diketahui namanya di daerah Sidotopo Pasar Surabaya dengan harga Rp 150 ribu.(arf/tit)




Berita Terkait