Berita Metro

Senin, 08 Januari 2018  18:28

Marzuki Alie Tantang Hakim Buktikan Penerimaan Duit Haram E-

Marzuki Alie Tantang Hakim Buktikan Penerimaan Duit Haram E-
Marzuki Alie

JAKARTA (BM) – Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie menantang majelis hakim untuk membuktikan adanya suap Rp 20 miliar yang disebut diterimanya, dalam persidangan skandal korupsi pengadaan proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

 “Iya buka saja (bukti suap),” kata dia usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Senin (8/1).

Sebagai warga negara Indonesia, Marzuki siap patuh terhadap hukum. Dia juga menekankan lagi kesiapannya untuk membuktikan semuanya dalam persidangan apabila keterangannya memang dibutuhkan.

“Ya kalau dipanggil wajib datang. Tapi sekarang kan belum pernah dipanggil. Kan nggak pernah dipanggil gimana. Kalau enggak ada yang saya ketahui apa yang mau dipanggil? Orang dipanggil tuh karena tahu, saya nggak tahu apa yang mau dipanggil,” jelas dia.

Terlepas dari itu, Marzuki mengaku kenal dengan bekas Ketua Fraksi Golkar, Setya Novanto yang kini menjadi terdakwa skandal korupsi e-KTP.

“Waktu itu dia kan Ketua Fraksi Golkar. (Saya) enggak ada hubungan apa-apa,” tandasnya.

Dalam dakwaan, Marzuki disebut menerima uang senilai Rp 20 miliar. Dalam berbagai kesempatan, Marzuki telah membantah ikut berandil dalam sengkarut dugaan korupsi yang merugikan negara sekitar Rp 2,3 triliun.

KPK sejauh ini sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Yakni, Irman, Sugiharto, Markus Nari, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Anang Sugiana Sudiardja dan Setya Novanto. 

 

Mangkir

Sementara itu, anggota Komisi VIII Abdul Malik Haramain tak bisa memenuhi panggilan KPK, dan meminta  penjadwalan ulang pemeriksaan sebagai saksi kasus proyek e-KTP. Politikus PKB ini mengirimkan surat dengan alasan ada keperluan keluarga.

"Ada dua saksi e-KTP tidak hadir Abdul Malik, yang bersangkutan mengirimkan surat kepada penyidik tidak bisa datang. Kami akan melakukan jadwal ulang karena ada keluarga yang bersangkutan meninggal," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Senin (8/1/2018)

Saksi lain yang tak hadir, disebut Febri, adalah mantan anggota DPR Taufik Effendi. Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR ini juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana. Taufik Effendi merupakan kader Partai Demokrat.

"Kedua saksi Taufik Effendi sudah dilakukan pemeriksaan sebelumnya tersangka MN (Markus Nari)," ujar Febri.

Sedangkan saksi yang hadir yakni Djamal Aziz dan mantan Ketua DPR Marzuki Alie. KPK ingin mengklarifikasi dugaan penerimaan uang kasus proyek e-KTP.

"Jadi dalam dua saksi diperiksa kasus e-KTP diklarifikasi atas pengetahuan mereka dan juga dugaan penerimaan uang terkait ektp tentu saja diketahui klarifikasi yang bersangkutan," ucap Febri. (det/tit)




Berita Terkait