Berita Metro

Selasa, 24 April 2018  18:40

Komplotan Rutan Medaeng Dituntut Penjara Belasan Tahun

Komplotan Rutan Medaeng Dituntut Penjara Belasan Tahun
Empat terdakwa kasus nakoba jaringan Rutan Medeang sebelum menjalai sidang di PN Surabaya.

SURABAYA (BM) - Empat terdakwa yang merupakan komplotan kasus narkoba jaringan Rutan Medaeng dituntut hukuman 11 dan 13 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu J Efendi menuntut keempat terdakwa berbeda-beda. Untuk narapidana yang jadi aktor transaksi sabu-sabu yaitu terdakwa Andik Budiman dituntut 13 tahun penjara.

Sementara terdakwa Andik yang jadi otak pengiriman narkoba, sekaligus mengendalikan transaksi. Padahal, sejak 18 Oktober 2017 lalu, Andik Budiman masih berstatus narapidana kasus narkoba di Rutan Medaeng. “Kami meminta hakim untuk menghukum terdakwa selama 13 tahun penjara,” ujarnya pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/4/2018).

Selain terdakwa Andik Budiman, transaksi haram itu melibatkan pasangan suami istri (pasutri) Aditya Dani Lesmana dan Tamara Rina Rosadi. Menurut JPU Samsu, pasutri ini sering bertransaksi narkoba kepada Andik. Selain itu, kekasih Andik, Wiwin Windayanti juga ikut terseret ke meja hijau karena rekeningnya dipinjam Andik untuk dijadikan transaksi. “Mereka (Aditya, Tamara, dan Wiwin) dituntut 11 tahun penjara,” papar JPU Samsu.

Usai tuntutan dibacakan, majelis hakim yang diketuai Yulisar sempat memberi kesempatan kepada para terdakwa untuk mengajukan nota pledoi (pembelaan). Atas kesempatan itu, terdakwa Tamara langsung menangis. “Meminta keringanan kepada majelis hakim, karena saya mempunyai anak berumur satu tahun,” bacanya sambil menangis.

Sedangkan suaminya, Aditya ngotot dengan menyebut bahwa istrinya tak bersalah. “Tamara hanya ikut saya saja waktu penjemputan barang,” katanya.

Hakim Yulisar pun menyatakan akan mempertimbangkan pledoi para terdakwa. “Semua pledoi yang saudara terdakwa ajukan akan kami pertimbangkan,” kata hakim Yulisar sembari menutup persidangan. (arf/tit)




Berita Terkait