Berita Metro

Senin, 07 Mei 2018  16:44

Kesaksian Tiga Perawat Ringankan Terdakwa

Kesaksian Tiga Perawat Ringankan Terdakwa
Tiga perawat National Hospital Surabaya saat memberikan keterangannya sebagai saksi di PN Surabaya, Senin (7/5/2018).

SURABAYA (BM) – Tiga perawat yang bekerja di National Hospital Surabaya dihadirkan sebagai saksi pada sidang kasus pelecehan seksual dengan terdakwa Zunaidi Abdillah. Para perawat diperiksa secara bersamaan pada sidang yang digelar tertutup ini.

Tiga perawat yang diperiksa sebagai saksi di antaranya, Henif, Mas Amalia, dan Diah Ratnasari.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo, keterangan ketiga saksi masih sama dengan keterangannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Masih sama dengan BAP. Mereka yang ada di video viral dan mengetahui terdakwa minta maaf dan khilaf,” ujarnya usai sidang di Pengadila Negeri (PN) Surabaya, Senin (7/5/2018).

Para saksi mengaku tak mengetahui bahwa rekaman yang diambil itu akhirnya diunggah di media sosial. “Kalau keterangannya di BAP selama dua puluh menit di ruangan. Tahu direkam setelah kejadian dan viral baru tahu ada rekaman,” jelas JPU Damang.

Sementara itu, M Sholeh, kuasa hukum terdakwa menjelaskan, keterangan para saksi pada sidang kali ini justru menguntungkan terdakwa. “Semua keterangannya sangat menguntungkan,” jelasnya.

Dari keterangan saksi Henif, ketika akan dibawa ke ruang perawatan di lantai lima, ia menyampaikan ke Widyanti kalau di sana perawat belum siap. “Waktu itu korban (Widyanti) disuruh menunggu dan dijawab iya. Wajahnya biasa, tidak menangis, panik, dan gundah. Ini yang membantah adanya pelecehan itu,” beber Sholeh.

Selain keterangan Henif, keterangan saksi lainnya yaitu Mas Amalia dan Diah Ratnasari juga dianggap meringankan terdakwa. Menurut Soleh, Amalia dan Diah menjelaskan ada rekaman selama 30 menit di ruangan. “Ini yang diunggah hanya satu menit. Dan saat Juned (terdakwa) didamprat juga tak ada,” kata Sholeh.

Termasuk saat Amalia dan Diah yang pernah menunjukkan empat foto perawat kepada Widyawati, tapi tak ada yang dikenalinya. “Padahal ada Juned di foto tersebut. Lalu saat Juned dipertemukan, Widyawati langsung menunjuknya. Itu cuma Juned, kalau yang dibawa dua orang bisa salah tuduh orang,” katanya.

Sholeh menambahkan, bisa jadi kasus dugaan pelecehan ini bukan dilakukan oleh terdakwa. “Tapi dari cerita saksi pelecehan itu tak ada,” pungkas Sholeh.(arf/tit)




Berita Terkait