Berita Metro

Senin, 15 Juli 2019  18:23

Kasus Kredit Fiktif Rp 10 M, Kejari Tetapkan Tersangka Baru

Kasus Kredit Fiktif Rp 10 M, Kejari Tetapkan Tersangka Baru
Heru Kamarullah

SURABAYA (BM) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kembali menetapkan tersangka baru kasus kredit fiktif di Bank BRI Surabaya senilai Rp 10 miliar. Sebelumnya, Kejaksaan telah menetapkan dua orang dalam kasus ini sebagai tersangka.

Tersangka baru dalam kasus ini adalah Nur Kholifah (NK) selaku pihak swasta. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Surabaya, Heru Kamarullah.

Dia menyatakan, setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup, NK langsung ditetapkan sebagai tersangka. "Setelah ditemukan bukti-bukti cukup, Rabu (10/7) lalu penyidik menetapkan NK sebagai tersangka," ujarnya, Senin (15/7).

Dia menambahkan, NK punya peranan sebagai penyedia dokumen-dokumen fiktif. Kemudian bekerjasama dengan kedua tersangka sebelumnya untuk melakukan dugaan mark up anggaran dan penggunaan kredit tidak sesuai dengan tujuan.

Penetapan NK sebagai tersangka sebagai pengembangan dari penyidikan terhadap dua tersangka sebelumnya, yaitu Nanang Lukman Hakim dan Lanny Kusumawati. Ia ditetapkan sebagai tersangka secara in absentia, lantaran sudah dilakukan pemanggilan, namun ia tak pernah hadir.

"Kita minta tersangka bersikap kooperatif terhadap panggilan dari Kejaksaan. Sebab, Kejaksaan sudah melayangkan panggilan sebagai tersangka guna menjalani pemeriksaan pekan ini. Kami mengimbau untuk tersangka (NK) lebih kooperatif," tambahnya.

Tak hanya fokus penyidikan, Heru mengaku saat ini penyidik melakukan asset tracking (penelusuran aset) terhadap hasil kejahatan dalam kasus ini. Tujuannya untuk melakukan asset recovery (pengembalian aset) dari tindak pidana yang dilakukan tersangka.

Untuk penyitaan terhadap aset-aset itu, pihaknya berkoordinasi dan meminta izin Pengadilan. "Aset-aset yang diduga hasil kejahatan dari tersangka sudah kami petakan. Untuk penyitaan aset yang berupa tanah dan bangunan di Surabaya ini, kami harus meminta izin dari Ketua PN (Pengadilan Negeri)," ucapnya.

Sebelumnya, Kejari Surabaya menetapkan dua tersangka dugaan kredit fiktif di Bank BRI Surabaya senilai Rp 10 miliar. Kedua tersangka yang dijebloskan di Rutan Kejati Jatim adalah Nanang Lukman Hakim selaku mantan Associate Account Officer (AAO) pada PT BRI (Persero) di Surabaya. Kemudian tersangka Lanny Kusumawati selaku debitur atau pihak ketiga.

Dari dugaan kredit fiktif yang dilakukan kedua tersangka, kerugian negaranya sebesar Rp 10 miliar. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (mer/tit)




Berita Terkait