Berita Metro

Selasa, 09 Januari 2018  18:56

Divonis 1,5 Tahun, Tiga Terdakwa Sabu Ngaku Jadi Korban

Divonis 1,5 Tahun, Tiga Terdakwa Sabu Ngaku Jadi Korban
Tiga terdakwa kasus saat menjani persidangan di PN Surabaya, Selasa (9/1/2018).

SURABAYA (BM) - Majelis hakim yang diketuai Sarwedi menjatuhan hukuman penjara selama 1,5 tahun kepada tiga terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman 7 tahun penjara.

Ketiga terdakwa itu adalah, Muhammad Annas Muttaqin, Mochammad Ferdiansyah, dan Syafrudin. Dalam pertimbangannya, hakim Sarwedi menjelaskan, ketiga terdakwa dianggap hanya membawa narkotika jenis sabu dengan jumlah yang sedikit. “Terdakwa hanya membawa narkotika jenis sabu seberat 0,01 dan 0,03 gram,” ujar hakim Sarwedi saat membacakan amar putusannya di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (9/1/2018).

Ia juga menjelaskan, pihaknya tidak sepakat dengan JPU Saiful Bahri yang telah menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman 7 tahun penjara. “Terdakwa terbukti bersalah menggunakan narkoba yang diperkuat dengan hasil tes urine positif yang dilakukan di Poliklinik Polrestabes Surabaya,” tambahnya.

Atas pertimbangan itulah, hakim Sarwedi menganggap bahwa ketiga terdakwa hanya pengguna sabu sesuai Pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada masing-masing ketiga terdakwa dengan pidana penjara selama 1,5 tahun.

Atas putusan tersebut, JPU Syaiful Bahri tak terima dan langsung menyatakan akan menempuh upaya hukum banding. “Kami banding,” kata JPU Syaiful Bahri kepada hakim Sarwedi.

Sementara itu, Muhammad Ilham, kuasa hukum ketiga terdakwa mengaku juga akan mengajukan upaya hukum banding, meskipun vonis yang diberikan hakim Sarwedi kepada ketiga kliennya bisa dibilang sangat ringan. “Saya pasti banding. Kalau tidak banding, nanti saya dibilang mainkan kasus ini,” katanya usai sidang.

Selain itu, lanjut Ilham, ketiga terdakwa sebenarnya tidak bersalah karena barang bukti sabu yang dipakai dalam kasus ini tidak diketahui milik siapa. “Itu barang bukti ditemukan di tempat sampah, jadi itu punya siapa tidak ada yang tahu. Namun di kepolisian dipaksa mengakuinya,” kilahnya.

Ilham juga menyudutkan pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak dengan menyebut bahwa ketiga terdakwa merupakan korban ‘tukar kepala’. “Saya yakin klien kami ini ditukar kepala, jadi sama bandar dijadikan korban," pungkas Ilham.

Perlu diketahui, ketiga terdakwa dibekuk anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat berada di kantor Komplek Manyar Airdas, Mulyorejo sekitar pukul 13.00 WIB pada Juni 2017. Polisi melakukan penggerebekan lantaran menduga ketiga terdakwa merupakan pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Dalam penggerebekan itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti satu poket sabu seberat 0,29 gram, satu buah pipet kaca yang didalamnya masih terdapat sisa sabu, satu alat hisap sabu, skrop yang terbuat dari sedotan, dan korek gas. Atas perbuatannya, ketiga terdakwa dijerat Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(arf/tit)




Berita Terkait