Berita Metro

Kamis, 03 Mei 2018  16:51

Ajukan Pledoi Pakai Akta Nikah, Terdakwa Divonis 2,5 Tahun

Ajukan Pledoi Pakai Akta Nikah, Terdakwa Divonis 2,5 Tahun
Dwi Herawan, terdakwa kasus narkotika jenis sabu (rompi merah) saat menjalani sidang di PN Surabaya, Kamis (3/5/2018).

SURABAYA (BM) – Majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana menjatuhkan vonis 2,5 tahun penjara terhadap terdakwa kasus sabu, Dwi Herawan, yang merupakan warga Jalan Kalijudan, Surabaya.

 

Pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (3/5),  hakim Anne memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pledoi (pembelaan).

Tanpa banyak bicara, terdakwa langsung menyerahkan beberapa lembar fotocopy ke hakim Anne.

Hakim Anne pun lantas mengecek lembaran fotocopy itu dan kemudian menyerahkannya ke anggota majelis hakim Dwi Purwadi. “Apa ini kok menyerahkan fotocopy akta nikah dan kartu keluarga. Maksudnya apa ini?” tanya hakim Dwi Purwadi.

Terdakwa pun terlihat kebingungan atas pertanyaan hakim Dwi Purwadi tersebut. Bukannya menjawab, bahkan terdakwa hanya cengar-cengir atas pertanyaan hakim Dwi Purwadi. “Bagaimana? Intinya kamu minta keringanan hukuman begitu ya?” tanya hakim Dwi Purwadi dan dibenarkan oleh terdakwa.

Usai terdakwa mengajukan pledoi, sidang langsung dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan. Dalam amar putusannya, hakim Anne menyatakan, terdakwa terbukti menyalahgunakan narkotika untuk dirinya sendiri sesuai pasal 127 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2,5 tahun kepada terdakwa Dwi Herawan,” kata hakim Anne.

Atas vonis tersebut, tanpa banyak bicara terdakwa langsung menerima dan menolak untuk mengajukan upaya hukum banding. “Iya saya terima,” kata terdakwa kepada hakim Anne.

Vonis yang dijatuhkan hakim Anne ini lebih ringan satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rasyid. Pada sidang sebelumnya terdakwa dituntut hukuman selama 3,5 tahun penjara.

Kasus ini berawal dari adanya informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa sering ada transaksi narkoba di Jalan Kalijudan, Surabaya. Atas hal itu, polisi kemudian menggerebek rumah terdakwa di Jalan Kalijudan VIII, Surabaya pada 12 Januari 2018.

Saat digerebek, polisi mendapati terdakwa tengah tertidur pulas. Namun setelah rumah terdakwa digeledah, polisi menemukan barang bukti satu di antaranya, satu poket sabu seberat 0,002 gram, satu pipet berisi sabu seberat 0,010 gram, dan seperangkat alat mengkonsumsi sabu. Barang bukti tersebut tersimpan di meja kamar terdakwa. (arf/tit)




Berita Terkait