Berita Metro

Kamis, 05 April 2018  19:35

Target 30.000 Pendaftar, Kuota Hanya 8.930 Kursi

Target 30.000 Pendaftar, Kuota Hanya 8.930 Kursi
Kompak: Rektor dan wakil rektor dari enam PTN di Panlok 50 Surabaya siap melaksanakan SBMPTN 2018.
SURABAYA (BM) – Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) resmi dibuka, Kamis (5/4). Panitia Lokal (Panlok) 50 Surabaya yang terdiri atas enam (6) PTN menyediakan kuota sebanyak 8.930 kursi untuk jalur ini.

Enam PTN itu adalah Universitas Airlangga (Unair) dengan kuota 2.040, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) 2.000 kursi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan kuota SBMPTN 1.490, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) 572 kursi, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 1.800 kursi dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jatim sebanyak 1.028 kursi.

Penanggung Jawab Panlok 50 Surabaya Prof Mohamad Nasih menjelaskan, pendaftaran SBMPTN untuk Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) mulai dibuka Kamis (5/4) sampai 27 April. Sementara pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dibuka mulai 18 April sampai 27 April. “Pendaftaran SBMPTN UTBK dibuka sehari setelah pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN),” katanya.

Nasih menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menyediakan 2.000 ruangan, 4.000-5.000 pengawas, serta ratusan orang panitia kegiatan. Ini untuk menampung sekitar 30.000 peserta yang mendaftar SBMPTN. “Tahun lalu total pendaftar berada di angka 30.000. Tahun ini target kami berada di angka yang tak jauh dari tahun lalu,” ujar pria yang juga Rektor Unair ini.

Dia menjelaskan, seperti tahun lalu, fokus lokasi ujian untuk kategori campuran ada di Unair dan sekitarnya. Kategori sosial dan humaniora (soshum) ada di Unesa dan sekitarnya, sementara sains dan teknologi (saintek) ada di ITS dan sekitarnya.

Pada SBMPTN tahun ini, Panlok 50 Surabaya bertekad untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendaftaran. Nasih mengungkapkan, selama ini ada banyak hal yang menyebabkan proses tak berjalan dengan baik. Misalnya di pendaftaran foto tidak jelas seperti swafoto yang digunakan untuk pendaftaran.

Nasih berharap, SBMPTN tahun ini para calon mahasiswa benar-benar mengikuti POB dan persyaratan yang diberikan. Pasalnya, persyaratan tersebut diberikan tidak untuk mempersulit tapi memperlancar. “Untuk penggunaan cadar, kami tak melarang orang bercadar. Tapi di foto harus kelihatan wajah. Ketika peserta menggunakan cadar, maka panitia akan memeriksa di tempat khusus untuk mencocokkan wajah di foto,” terangnya.

Ketua Panlok 50 Surabaya, Djoko Santoso menambahkan, peserta tahun 2016 atau 2017 disarankan segera mendaftar karena lebih cepat lebih baik. Menurutnya, untuk sampai tanggal 18, dari tanggal 5, sangat cukup waktu untuk yang sudah siap. “Dari 18 sampai tanggal 27, ada limpahan dari SNMPTN yang gagal. Sekarang belum tahu karena pengumuman tanggal 17. Kalau limpahan begitu banyak. Di sistem daring yang ditakutkan ada masalah,” pungkasnya. (sdp)



Berita Terkait