Berita Metro

Senin, 09 April 2018  22:03

Sidang Paripurna, PAN Apresiasi, PKS Kritisi Perekonomian

Sidang Paripurna, PAN Apresiasi, PKS Kritisi Perekonomian
SURABAYA (BM) – Sidang paripurna kembali digelar di Gedung DPRD Jatim Jl. Indrapura 1 Surabaya, Senin (9/4). Dalam sidang yang dimulai pagi hari tersebut mengagendakan Pandangan Umum Para Fraksi Terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Gubernur (LKPJ) Akhir  Tahun Anggaran 2017. Dalam kesempatan tersebut Gubernur Jawa Timur yang diwakili Sekretaris Daerah Dr H Akhmad Sukardi, MM.
 
Juru Bicara Partai Amanat Nasional (PAN) Dr H Husnul Agib, menyatakan apresiasinya kepada Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo yang telah menyampaikan LKPJ Gubernur tahun 2017. Dalam sambutannya, Husnul juga mengucapkan terima kasih pada pansus LKPJ yang telah menyampaikan pendapat.
 
“Visi pembangunan Jawa Timur adalah terwujudnya Jawa Timur yang makmur dalam kesatuan RI. Dan, untuk mencapai visi itu DPRD Jawa Timur mengusung tema pembangunan yang berkeadilan dan berazas luas dan pembanguan berinsfrastruktur serta peningkatan pelayanan publik,” ungkapnya di atas podium. 
 
Lanjutnya, PAN  Jawa Timur akan memberikan kritik mengenai pembangunan berkeadilan, memperluas dan memperketat pembangunan insfrastruktur, pembanguan pertanian dan kesejahteraan, mengenai prioritas di bidang pendidikan serta Ketenaga kerjaan dan pengurangan kemiskinan. 
 
“PAN minta tanggapan dan jawaban yang selektif dan tercatat dengan baik. Semoga pandangan yang telah kami sampaikan dapat menjadi evaluasi kebijakan untuk menguatkan dan komitmen agar jatim lebih berkeadilan, makmur dan mandiri,  dan beraklhak. Kami menunggu penjelasan yang detail dan tidak normatif atas pertanyaan dan pernyataan yang kami hadirkan,” terangnya.
 
Sementara itu, juru bicara PKS Drh H Hammy Wahyunianto, MM juga memberikan kritik ekonomi demi terwujudnya pembangunan nasional yang diharapkan. “Fraksi PKS mengucapkan terima kasih pada gubernur yang telah menyampaiakn nota secara singkat LKPJ Tahun anggaran 2017 yang disampaikan pada 2 April 2018. Sebagaimana disampaikan gubernur, disebutkan bahwa Jawa Timur 2017 dihadapkan pada ekonomi global yang kurang bersahabat,” ungkap Hammy dalam sambutannya.
 
Dikatakan pula, kritik ekonomi global tersebut diakui dan berdampak signikfikan terhadap ekonomi nasional dan Jawa Timur sehingga pengaruh terhadap capaian indikator kinerja utama  dan kinerja pembangunan namun kita bersyukur pemerintahan daerah dapat mengendalikan perekonomian daerah dalam kondisi yang relatif stabil, dan tidak mengalami kegoncangan yang signifikan. 
 
“Pertumbuhan perekonomian Jatim pada tahun 2017 masih bisa tumbuh sebesar 5,45% walaupun lebih rendah ataupun mengalami penurunan dibandingkan 2016 yang tumbuh sebesar 5,55%. Sektor perekonomian tidak beranjak meningkat, taun 2017 sektor perekonomian terpuruk 1,48% lebih rendah di tahun 2016 sebesar 2,41 %,” jelas Hammy.
 
Menurut Hammy, pembangunan yang berkeadilan, berakhlak mulia dan daya saing dengan memperluas dan mempercepat struktur serta pengangkatan pelayanan publik. Ada empat sasaran pokok pembangunan yang ingin dicapai. Yaitu, pembanguan berkeadilan dan daya saing, akhlak mulia, pembangunan struktur dan pelayanan publik. (adv/era)
 



Berita Terkait