Berita Metro

Jumat, 23 Maret 2018  17:11

Pemprov Jatim-Unusa MoU Pendayagunaan SDM

Pemprov Jatim-Unusa MoU Pendayagunaan SDM
Sinergi: Gubernur Jatim Soekarwo (tengah) bersama pengurus Yarsis dan jajaran rektorat Unusa.
SURABAYA (BM) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terkait pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya manusia (SDM) kedua belah pihak. Kesepakatan ini untuk mencetak tenaga-tenaga terampil demi pembangunan di wilayah Jatim.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah baik. Pasalnya, Jatim saat ini kekurangan tenaga kerja terampil. “Kemarin waktu ada lowongan tenaga kerja di Tuban, kami tidak bisa mengisi. Tenaga kerja masih middle skill,” kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini usai acara MoU di Kampus B Unusa, Jumat (23/3).

Nantinya, lanjut Pakde, kedua belah pihak bekerja sama sesuai kebutuhan. Pasar tenaga kerja yang dibutuhkan dan kualitasnya seperti apa dibahas bersama. Salah satu contohnya adalah bidang kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Jangan sampai ada kecelakaan-kecelakaan kerja. Apalagi, angka zero accident belum sampai 50 persen. “Yang menarik di Unusa ini basisnya spiritual,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof Mohammad Nuh menjelaskan, meski Unusa relatif baru, namun sudah memiliki akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) B. Langkah ini termasuk cepat dibandingan dengan beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) berusia lama, tapi masih berakreditasi sama dengan Unusa.

"Kerja sama ini adalah anak tangga, milestone. MoU akan ditindaklanjuti ke Memorandum of Agreement (MoA),” terangnya. Tentu saja, kata Nuh, Unusa akan memberi penguatan SDM bidang pendidikan dan kesehatan.

Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie menambahkan, dalam waktu dekat MoU ditindaklanjuti dengan dinas terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim. Dengan Disnakertrans akan ada kerja sama pendidikan. “Mahasiswa kami nanti bisa magang di Balai Latihan Kerja (BLK) se Jatim,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Jazidie, ada perusahaan-perusahaan di Jatim yang mengirim pegawainya menempuh studi K3 di Unusa. "Ini semua dilakukan supaya lingkungan bekerja di setiap perusahaan bisa dijamin K3-nya. Dalam bahasa populernya, zero accident target itu bisa tercapai,” tuturnya.(sdp)



Berita Terkait