Berita Metro

Kamis, 04 Januari 2018  22:32

Pakde Karwo Launching Angkutan Online Berizin

Pakde Karwo Launching Angkutan Online Berizin
SURABAYA (BM) – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo (Pakde Karwo) secara resmi melaunching pengoperasian angkutan sewa khusus/online yang sudah mendapatkan izin dari Dinas Perhubungan Provinsi Jatim di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (4/1) pagi. Jumlah angkutan sewa khusus roda empat yang sudah mendapatkan izin tersebut sebanyak 113 kendaraan.

Pakde Karwo mengungkapkan, peresmian ini sebagai manifestasi titik akhir dari semua kesepakatan dan kerukunan antara angkutan online dan non online/konvensional. “Bagaimanapun teknologi adalah hal yang tidak mungkin kita hindari. Jadi peresmian ini sebagai bentuk pemerintah memfasilitasi hal ini,” jelas Pakde Karwo.

Pakde Karwo juga menjelaskan, bagaimana proses perumusan hingga menemukan titik akhir. Setelah tiga kali pembahasan di Grahadi, akhirnya disepakati peraturan terakhir yang tentunya menyerap aspirasi masyarakat online dan non online. Dalam setiap perumusan termasuk pergub, dua pihak ini juga selalu dilibatkan. “Proses ini menggambarkan bahwa antara online dan non online pandangan hidupnya sama, yakni ingin berdampingan secara damai dan saling kompromi mencari titik tengah, ini patut dihargai,” terangnya.

Menurutnya, sikap dan pandangan Pemprov Jatim jelas. Dimana yang besar difasilitasi melalui peraturan, dan yang kecil harus dibantu agar tak kalah dalam pertarungan. Efisiensi adalah tuntutan jaman, tapi yang tidak efisien tak boleh kalah sehingga pemerintah harus membantu untuk memfasilitasi.

Pemerintahan yang baik, lanjutnya, tak bisa membiarkan yang kalah itu mati sehingga bentuk CSR yang diberikan oleh perusahaan angkutan online sebagai bentuk kegotongroyongan dan kepedulian terhadap yang kecil. “Budaya tanding seperti demonstrasi itu melelahkan. Kita tidak membutuhkan budaya tanding tapi kebersamaan,” kata Pakde Karwo.

Peresmian ini, lanjutnya, merupakan bentuk dialog antara kedua belah pihak. Sehingga, bila sudah dirumuskan tidak ada lagi yang tidak sependapat karena semua sudah dilibatkan. Terkait pengaturan bagi kendaraan online roda dua, akan diatur  lebih lanjut.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan, Jawa Timur sendiri mendapat kuota 4.455 kendaraan. Dari kuota tersebut yang mengajukan izin ada 31 perusahaan dengan jumlah kendaraan 2.418. "Dari 2418 kendaraan yang siap operasi sebanyak 198 kendaraan saja. Karena mereka sudah mengantongi izin prinsip," ungkapnya.

Untuk daerah operasional angkutan sewa atau online itu sendiri terbagi dalam 8 wilayah. Yakni Gerbangkertasusila plus Malang Raya, Madiun Raya, Jember Raya, Kediri Raya, Kota Blitar dan lain - lain.  Mereka boleh mengantarkan penumpang lintas daerah, tetapi saat kembali tidak diperkenankan mencari penumpang. "Daerah operasionalnya dibatasi. Tetapi boleh masuk daerah lain saat ngatarkan penumpang. Namun baliknya tidak boleh ambil penumpang," terangnya.

Sementara itu, Senior Vice President Publicly Policy and Government Relationship GO-JEK Malikulkusno Utomo mengatakan, GO-CAR meyakini bahwa program ini sejalan dengan misi perusahaan untuk bisa membantu meningkatkan kesejahteraan pengemudi dan memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Kami berharap program ini bisa membawa dampak positif bagi angkot-angkot dan para pengguna jasanya. Kami selalu menyambut baik berbagai inisiatif yang bertujuan untuk peningkatan layanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (nt/dji/udi)




Berita Terkait