Berita Metro

Rabu, 14 Juni 2017  20:07

Mulai Besok, Perbaikan Jalan Provinsi Dihentikan

Mulai Besok, Perbaikan Jalan Provinsi Dihentikan
Gatot Sulistyo Hadi
SURABAYA (BM) - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur (Jatim) memastikan jalan nasional dan jalan provinsi di Jatim telah siap menghadapi arus mudik dan balik lebaran tahun 2017.
 
"Kondisi untuk jalan provinsi sudah mulus sepanjang 1.421 km, kecuali untuk program penanganan rekonstruksi jalan tahun 2017 yang jadi tanggung jawab rekanan. Saya perkirakan 98 persen kondisi mulus dan 2 persen masih dilakukan peningkatan atau pemeliharaan berkala," kata Kadis PU Bina Marga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi kepada wartawan, Rabu (14/6).
 
Menurut dia, seluruh kegiatan peningkatan jalan dan pemeliharaan berkala jalan provinsi akan dihentikan dan diselesaikan untuk menghadapi lebaran pada H-10 atau 15 Juni 2017. Atau, maksimal pada H-6 atau 19 Juni sudah tidak ada kegiatan lagi.
 
"Untuk penanggulangan kegiatan mendesak dipersiapkan tim unit reaksi cepat (URC) pada posko lebaran yang tersebar di seluruh Jatim. Posko ada di seluruh 11 UPT yang menyediakan alat berat. Ada beberapa titik rawan di jalan nasional maupun jalan provinsi yang perlu diwaspadai," ujarnya.
 
Tim URC ini dalam kerjanya juga disediakan alat seperti Cold Milling W50, Asphalt Finisher, Tandem Roller, Three Wheel Roller Vibrator Roller Hand Guide yang ditaruh di 11 posko atau UPT tersebut.
 
Gatot Sulistyo Hadi juga menyampaikan akan difungsikannya jalan tol Trans Jawa untuk jalur mudik lebaran. Seperti tol Surabaya-Mantingan yang dibuka jam operasionalnya dari pukul 06.00-17.00 sore. Kendaraan yang boleh lewat adalah golongan I (non bus dan mobil barang). Kemudian, tol Gempol-Pasuruan masuk dari Gempol Junction dengan Exit di Rembang melalui kawasan PIER ke jalan nasional Gempol-Bts.Kota Bangil.
 
Sedangkan, jalur tol fungsional mudik dan balik lebaran masih terkendala terkait penerangan jalan umum (PJU), rambu dan pengaman. Untuk itu, jam operasional dibatasi mulai pukul 06.00-17.00 sore. Kecepatan kendaraan juga dibatasi maksimal 40 km/jam.
 
Adanya persimpangan sebidang di beberapa titik yang juga harus mendapat perhatian petugas di lapangan dan pengendara. Seperti tol Mantingan-Kertosono dengan jalan desa, tol Kertosono-Mojokerto dengan jalan desa (ada 16 titik), tol Mojokerto-Surabaya dengan jalan desa (ada 3 titik yaitu di Desa Sumput dan Banjaran). "Persimpangan sebidang dengan jalan desa akan dijaga oleh Flagman yang berkoordinasi dengan kepolisian setempat," pungkasnya. (nt/det/udi)



Berita Terkait