Berita Metro

Selasa, 03 April 2018  15:13

Molor Dua Jam, Saiful Sebut Hanya 30 Menit

Molor Dua Jam, Saiful Sebut Hanya 30 Menit
Menunggu: Siswa ujian sesi dua di ruang 2 tampak menunggu. Sementara siswa di ruang sebelahnya mulai masuk.
SIDOARJO (BM) - Hari kedua Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK belum berjalan mulus. Ini terlihat di SMKN 1 Sidoarjo, Selasa (3/4). Sesi pertama yang seharusnya mulai pukul 07.30 dan selesai pukul 09.30, terpaksa molor dari jadwal. Terutama bagi 34 siswa yang berada di ruang 2 lantai 2.
 
Di ruangan tersebut, hingga pukul 10.30, 34 siswa yang mengikuti UNBK sesi pertama belum tampak selesai. Sementara puluhan siswa yang seharusnya menggunakan ruangan itu untuk ujian sesi kedua, sudah menunggu di depan. Sesi kedua sendiri dimulai pukul 10.30 sampai 12.30. "Biasanya pukul 10.15 siswa sesi dua sudah disuruh masuk ruangan, tapi ini belum," kata Ari Sandi, siswa kelas XII jurusan Teknik Gambar Bangunan, yang menunggu di depan ruang 2.
 
Dia mengatakan, UNBK hari pertama mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia, siswa sesi dua diminta guru siap-siap dan masuk ruangan pukul 10.15. Namun, hari kedua dengan mapel Matematika, hingga pukul 10.30 belum diminta masuk. Masih ada siswa sesi pertama yang mengerjakan. "Belum tahu penyebabnya kok belum masuk," ujar Ari.
 
Salah satu siswa peserta ujian sesi pertama di ruang 2 tidak lama kemudian keluar. Dia kebetulan izin ke kamar mandi. Saat ditanya penyebab belum selesainya ujian, dia mengaku terjadi eror saat akan log in ke komputer. "Komputer satu ruangan tidak bisa semua tadi. Ujian dimulai molor," kata Rizki P, siswa jurusan Teknik Konstruksi Kayu ini.
 
Ditanya lebih lanjut, dia mengaku ujian sesi pertama dimulai pukul 09.30. "Hanya satu ruang ini yang eror tadi. Lainnya tidak," terangnya sambil pergi ke kamar mandi.
 
SMKN 1 Sidoarjo menjadi salah satu sekolah yang dikunjungi Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Saiful Rachman, Selasa (3/4). Dia memantau pelaksanaan UNBK tingkat SMK di Sidoarjo. Selain SMKN 1 Sidoarjo, dia juga mengunjungi SMK Antartika dan SMKN 1 Buduran.
 
Saat ditanya adanya gangguan di SMKN 1 Sidoarjo, Saiful mengakuinya. Hanya saja, molornya waktu ujian sesi pertama hanya 30 menit. "Dari ribuan penyelenggara UNBK, kalau ada satu atau dua yang gangguan itu masih wajar," kata Saiful. Meski demikian, pihaknya sebenarnya tidak ingin terjadi peristiwa tersebut. Apalagi persiapan yang dilakukan Dindik Jatim sudah maksimal.
 
Otomatis, lanjut Saiful, molornya waktu ujian sesi pertama berimbas kepada peserta ujian sesi kedua. "Nanti yang sesi kedua otomatis waktunya menyesuaikan selesainya sesi pertama," tegas mantan Kepala Badiklat Jatim ini.
 
Tentu saja pernyataan Saiful itu bertentangan dengan realitas di lapangan. Sebab, bila molor hanya 30 menit, sesi pertama dimulai pukul 08.00 dan selesai pukul 10.00 wib. Padahal, berdasar pantauan di lokasi, sesi pertama belum selesai sampai pukul 10.30. Artinya, ada keterlambatan waktu sesi pertama hingga satu jam.
 
Ketika dikonfirmasikan pada Kepala SMKN 1 Sidoarjo Abdul Rofiq, dia mengamini pernyataan Kepala Dindik Jatim Saiful Rachman. "Cuma 30 menit saja. Kalau ada siswa yang bilang mulai jam 09.30 itu siswanya ngalem (manja,red)," ujarnya.
 
Mantan Kepala SMKN 12 Surabaya ini mengatakan, eror yang dihadapi siswa di ruang 2 disebabkan update windows pada server utama. Sebenarnya, pihaknya sudah minta tolong pada help desk UNBK untuk minta ganti server cadangan. Tapi oleh help desk tidak diperbolehkan. "Server cadangan hanya boleh digunakan kalau server utama tidak bisa digunakan sama sekali," terang Rofiq.
 
Akhirnya dia meminta tim help desk untuk menangani server utama di ruang 2. "Ini setelah proktor sekolah komunikasi terus dengan help desk UNBK di Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Sidoarjo," tandasnya.sdp



Berita Terkait