Berita Metro

Senin, 15 April 2018  22:50

Kuota SBMPTM Hanya 210 Kursi

Kuota SBMPTM Hanya 210 Kursi
SURABAYA (BM) - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (SBMPTM) resmi diluncurkan, Sabtu (14/4). Pada periode pertama pelaksanaan SBMPTM ini, calon mahasiswa hanya bisa memilih program studi (Prodi) pendidikan dokter. Biaya pendaftaran dipatok Rp 750 ribu dan bisa memilih tiga kampus berbeda.
 
Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad menyatakan, PTM di Indonesia berjumlah 173 lembaga. Selama ini proses penerimaan mahasiswa baru dilakukan secara individual. Dengan SBMPTM, proses seleksi dilakukan bersamaan.
 
"SBMPTM ini menjadi yang pertama kali kami lakukan bersama. Tahap pertama untuk 12 PTM yang tersebar di seluruh Indonesia. Prodi yang bisa dipilih hanya pendidikan dokter di 12 PTM itu," katanya usai acara Kick Off SBMPTM di Hotel Harris Surabaya.
 
Dia mengaku, belum bisa membuka semua Prodi pada SBMPTM karena khawatir kedodoran. Namun, ke depannya akan diperluas untuk prodi-prodi yang lain di seluruh PTM. "Dalam jangka panjang kami ingin perbedaan kualitas PTM bisa terus berkurang," ujarnya.
 
12 PTM yang ikut dalam SBMPTM tahun ini antara lain, Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Universitas Ahmad Dahlan, UM Jakarta, UM Makassar, UM Malang, UM Surakarta, UM Semarang, UM Purwokerto, UM Yogyakarta, UM Palembang, UM Sumatera Utara dan UM Prof Dr Hamka.
 
"Kebijakan SBMPTM ini muncul dari bawah, bottom up. Apalagi sebelumnya sudah ada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan seleksi bersama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SBMPTKIN). Dan kami didukung penuh Bank Syariah Mandiri, karena kalau sendirian tidak bisa jalan," kata Lincolin.
 
Sekretaris SBMPTM Muhammad Da'i menambahkan, total kuota yang disediakan dalam SBMPTM mencapai 210 kursi. Ini tersebar di 12 PTM. Masing-masing PTM memberi kuota 5-10 persen dari total kuota untuk penerimaan mahasiswa baru Prodi Pendidikan Dokter. "Nanti tes SBMPTM berbasis komputer semua," ungkapnya.
 
Calon mahasiswa yang ingin mendaftar SBMPTM cukup membayar di Bank Mandiri Syariah. Menurut Da'i, mekanisme pembayaran secara daring. Biaya pendaftaran Rp 750 ribu. Dengan begitu, calon mahasiswa berhak memilih tiga Prodi pada PTM yang berbeda. Pendaftaran dibuka pada 1 Juni mendatang dan ditutup akhir Juni. Pelaksanaan ujian pada bulan Juli.
 
"Materi soal ujian adalah Tes Potensi Akdemik 100 soal dan soal kemampuan IPA 100 soal. Semuanya pilihan ganda," terang pria yang juga Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Surakarta ini. Dia melanjutkan, 12 PTM memiliki tempat ujian berbasis komputer. Calon peserta bisa memilih lokasi ujian yang paling dekat dengan tempat tinggalnya.
 
Direktur Bank Mandiri Syariah Kusman Yandi menyatakan, secara teknis pihaknya menyediakan laman untuk mendukung sistem pembayaran. Pembayaran bisa melalui anjungan tunai mandiri (ATM) atau ke bank langsung. (sdp/udi)
 



Berita Terkait