Berita Metro

Rabu, 18 April 2018  18:42

Jembatan Babat Ambruk, Badan Truk Dipotong-potong

Jembatan Babat Ambruk, Badan Truk Dipotong-potong

LAMONGAN (BM) — Setelah gagal melakukan mengangkat truk yang tercebur di Bengawan Solo, tim evakuasi kembali berusaha mengangkat truk tersebut dengan cara memotong-motong terlebih dahulu menjadi beberapa bagian.

"Setelah saya cek, mereka pakai crane yang beratnya 40 ton. Sementara truk itu, kan, bebannya 18 ton sehingga total ada 58 ton dan itu melebihi ketentuan umum jembatan dan membuat jembatan sempat goyang, jadi tidak dilanjutkan," tutur Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Ketut Darmawahana di lokasi kejadian, Rabu (18/4).

"Kami sudah bertemu dengan salah satu pemilik truk dan sepakat truk untuk dipotong dan tidak diangkut utuh, bisa dipotong dua atau tiga bagian. Hanya kami minta kepada pihak kepolisian agar membantu karena satu truk masih belum diketahui pemiliknya," lanjutnya kemudian.

Ketut mengatakan, upaya evakuasi tubuh truk yang terjebak dengan cara dipotong menjadi beberapa bagian dianggap sebagai win-win solution untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya hal lain yang tidak diinginkan. "Hal ini juga sebab kami tak ingin mencari solusi dan tak ingin timbul bencana lain," ungkap dia.

Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi dengan pemotongan tubuh truk terus dilakukan dengan cara memisahkan bagian tubuh truk menggunakan las. "Jadi, evakuasi harus dilakukan secara cepat dan tentunya aman. Saya juga meminta kepada pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk mengimbau masyarakat tidak terlalu dekat dengan lokasi sebab masyarakat harus tetap aman," ungkapnya.

Dari pantauan di lokasi, warga sekitar antusias menyaksikan proses evakuasi truk yang sedang berlangsung. Mereka berbondong-bondong melihat langsung dari bawah jembatan lama (satu lajur dengan jembatan yang ambruk).

"Penasaran kepingen lihat saja bagaimana truk dipotong dan nantinya diangkat dengan crane," ucap Usman, salah satu warga yang menyaksikan di bawah jembatan lama.

Pihak BBPJN VIII juga berjanji, selepas badan truk berhasil dievakuasi dari jembatan yang ambruk, mereka akan terus melakukan pengerjaan jembatan bailey agar dapat dilewati pengguna jalan untuk sementara.

Gatot Sulistyo Hadi Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur mengatakan, pada Rabu (18/4/2018) digelar rapat darurat terkait ambruknya jembatan Widang bersama dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII (BBPJN VIII) di kantor kecamatan Widang, Tuban.

Dia mengatakan, rapat ini membahas 2 agenda penting. Pertama adalah pembahasan teknis pengangkatan 3 truk yang tercebur mengalami kendala.

"Pertama kami membahas teknis pengangkatan 3 Truk ini. Karena beban Truk Tronton bermuatan penuh yang menindih 2 truk lainnya ini 40-50 ton, maka kami mengalami kesulitan. Sedangkan beban Crane untuk mengangkatnya adalah 20 ton dan Crane ini juga harus berdiri di atas jembatan untuk mengangkatnya. Jadi total beban di atas jembatan bisa sampai 60 ton lebih. Ini nantinya akan kami bahas lebih lanjut," tuturnya kepada Radio Suara Surabaya, Rabu (18/4/2018) pagi.

Sedangkan untuk agenda kedua pada rapat darurat tersebut membahas rencana pembangunan Jembatan Darurat, yang memang atas instruksi Soekarwo Gubernur Jatim pembangunannya harus segera diselesaikan. Targetnya sebelum masuk pada bulan puasa nanti sudah dapat diselesaikan.

"Pak Karwo memang concern pada pembangunan Jembatan Darurat, kami berharap sebelum puasa, atau pertengahan bulan puasa. Targetnya pas mudik lebaran sudah bisa digunakan," terangnya.

Setelah rapat yang digelar bersama BBPJN 8 ini selesai dilakukan, pihaknya berharap proses evakuasi nantinya dan pembangunan Jembatan Darurat akan berjalan dengan lancar. Sehingga, pada waktu mudik lebaran nanti sudah bisa digunakan.

 

Olah TKP

Tim Laboratorium Forensik Polda Jatim turun ke lokasi ambruknya jembatan di atas aliran Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Rabu (18/4/2018). Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil beberapa sampel guna mengetahui penyebab ambruknya jembatan.

AKBP Nanang Haryono Kapolres Tuban usai serah terima jabatan di Markas Polda Jatim mengatakan, waktu penyelidikan biasanya sampai tiga hari baru diketahui hasilnya.

"Hari ini tim dari Labfor berada di lokasi mulai bekerja melakukan olah TKP. Saya tidak tahu detil sampel apa saja yang diambil untuk diuji. Biasanya dua sampai tiga hari baru diketahui hasilnya," kata AKBP Nanang.

AKBP Sutrisno mantan Kapolres Tuban menambahkan bahwa hari ini petugas juga melakukan evakuasi lanjutan terhadap tiga truk yang masih berada di dalam sungai Bengawan Solo.

Kata Sutrisno, proses evakuasi sebetulnya mulai dilakukan pada Selasa (17/4/2018) sore kemarin, dengan menggunakan alat berat crane berkekuatan maksimal 25 ton tapi gagal. Malamnya, alatcraneberkekuatan 50 ton didatangkan tapi juga masih gagal.

Menurut Sutrisno evakuasi truk terkendala usia jembatan yang sudah tua dikhawatirkan tidak mampu menopang kendaraan alat berat. Sehingga, butuh kehati-hatian.

"Petugas juga menghitung kekuatan keamanan jembatan yang sudah tua itu," katanya.

Sekadar diketahui, jembatan Widang, Kabupaten Tuban, ambruk pada Selasa (17/4/2018). Ada tiga truk besar dan satu sepeda motor tercebur bersama penumpangnya. Informasi sementara, satu   orang dilaporkan meninggal, yakni sopir truk bernama Mukhlisin, warga Gresik. Empat orang lainnya luka-luka.

 

Bermasalah Sejak 2015

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis mengatakan jembatan yang ambruk di Tuban Jawa Timur sudah terdeteksi bermasalah sejak 2015 lalu.  Saat itu pihak kontraktor dan pengelola kata Fary sudah melakukan perawatan.

Namun Fary kembali mempertanyakan mengapa bisa jembatan yang  baru tiga tahun diperbaiki sekarang malah ambruk dan menelan korban jiwa.

"Persoalan jembatan di Tuban itu sudah terdeteksi tahun 2015. Kalau benar informasi yang saya dapatin ya. Juga sudah ada tindakan pemeliharaan ketika itu yang saya ketahui. Sekarang ambruk. Lalu apa yang sebenarnya mereka lakukan," kata Fary di Kompleks Parlemen, Senaya, Jakarta, Rabu (18/4).

Anggota Fraksi Gerindra itu mengatakan besok akan ada tim dari Komisi V yang akan meninjau langsung ke lokasi kejadian. Ia berharap SOP pembangunan dan pemeliharaan yang disebutkan oleh Menteri Pekerjaan Umum sewaktu rapat kerja dengan Komisi V dapat terealisasi.

Sekarang ia ingin adanya penjelasan dari Kemeterian PU mengenai apa yang sebenarnya terjadi."Besok kami akan tinjau lokasi dan ke beberapa tempatmelihat langsung apakah penjelasan pak menteri mengenai SOP yang dijelaskan pada kita dapat berjalan dengan baik," ujar Fary.

Direktur Pembangunan Jalan Bina Marga Kementerian PUPR Ghani Ghazali Akman mengatakan, ambruknya jembatan ani karena kalender jembatan tersebut sebenarnya memang sudah lama. Jembatan ini merupakan duplikasi dari penyeberangan lama yang ditambah dengan jembatan rangka baru. "Jembatan ini sudah 30 tahun usianya," ujar Ghani. (rep/det/kom/tit)




Berita Terkait