Berita Metro

Senin, 09 April 2018  22:07

Amankan Debat Pilgub, Polisi Kerahkan 1.000 Personel

Amankan Debat Pilgub, Polisi Kerahkan 1.000 Personel
SURABAYA (BM) - Jelang debat perdana Pilgub Jatim, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan memastikan pengamanan dengan mengecek lokasi. Polisi menyiapkan 1/3 dari 3.100 anggota yang dimiliki untuk pengamanan selama berlangsungnya kegiatan tersebut.
 
Debat pasangan calon (paslon) Cagub-Cawagub Jatim sendiri akan digelar di Dyandra Convention Hall pada Selasa (10/4) mulai pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. "Saya cek kondisi di lokasi untuk mengidentifikasi seperti apa kondisi di lapangan. Mana pintu keluar daruratnya serta di mana nanti pendukung masing masing calon," kata Rudi di sela pengecekan Dyandra Convention Hall, Senin (9/4).
 
Selain mengecek panggung utama, Rudi juga akan melakukan koordinasi dengan KPU serta Dyandra terkait lokasi parkir kendaraan pendukung dan tim masing-masing paslon. "Kami lihat kondisi nanti. Kalau perlu akan dilakukan rekayasa lalu lintas, jika diperlukan koordinasi lokasi parkir kendaraan juga akan kami pikirkan," tambahnya.
 
Rudi juga mengungkapkan, pengamanan maksimal pada ring 1 akan diterapkan pada jam tertentu. "Dua jam sebelum acara dimulai dan 1 jam setelah kegiatan adalah waktu-waktu yang kita maksimalkan pengamanan termasuk pengamnan kedua massa pendukung agar tidak terjadi gesekan," pungkas dia.
 
Adu argument dan wawasan kebangsaan dua paslon Gubernur dan Wagub Jatim itu, akan disiarkan langsung dua stasiun televisi serta diliput berbagai media elektronik dan cetak. ”Kita sudah siap untuk fasilitasi pelaksanaan debat publik pertama Pilgub Jatim, semuanya berjalan dengan baik  baik pihak venue. Kita juga libatkan teman-teman media televisi untuk menyiarkan langsung,” ujar Komisioner KPU Jatim Divisi Sumber Daya Masyarakat (SDM) dan Partisipasi Masyarakat, Gogot Cahyo Baskoro.
 
Debat publik ini, KPU memberlakukan batasan bagi jumlah kehadiran tim massa kampanye, yakni hanya 150 orang bagi masing-masing paslon. Debat dialogis oleh kedua paslon ini, bisa dilihat di televisi secara langsung. Untuk itu, panitia menyarankan tim pemenangan tidak mengerahkan massanya terlalu banyak.
 
Pihaknya juga tidak mnyediakan layar lebar, karena berpotensi adanya pengerahan massa. "Dengan tim kampanye nanti akan disampaikan bagaimana aturan kepada paslon, kerana debat itu sifatnya dialogis, maka kami tidak menyarankan tidak ada pengerahan massa dalam jumlah besar," jelasnya.
 
Debat publik dilakukan dalam tiga tahap, yakni yang pertama pada tanggal 10 April, kedua tanggal 8 Mei, dan yang terakhir pada tanggal 23 Juni 2018. Debat publik pertama akan digelar Selasa 10 April 2018, disiarkan langsung Inews TV dan Trans Media (CNN, Trans TV dan Trans7), dan ada beberapa stasiun televisi yang me-relay, yakni Kompas TV dan JTV.
 
Kemudian, jadwal kedua debat publik dilaksanakan pada 8 Mei 2018, disiarkan langsung Stasiun Kompas TV dan Metro TV. Yang terakhir, debat publik dilaksanakan Sabtu 23 Juni 2018 disiarkan TV One, JTV, BBS TV, TVRI dan TV9 (relay). Untuk RRI turut serta menyiarkan secara langsung jalannya di setiap ada debat publik. (nt/dji/udi)
 
 



Berita Terkait