Berita Metro

Rabu, 20 Desember 2017  17:54

Survei Populi: Elektabilitas Jokowi 49,4%

Survei Populi: Elektabilitas Jokowi 49,4%
Rilis hasil survei Populi Center di Jakarta, Rabu (20/21)

Jakarta (BM) – Hingga detik ini, berbagai lembaga survei masih menempatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di posisi teratas dari sisi elektabilitas capres 2019. Demikian pula survei terkini Populi Center masih menempatkan Jokowi di posisi pertama, disusul Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Survei dilakukan pada 19-26 Oktober 2017 di 34 provinsi di Indonesia. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dan dipilih secara acak (multistage random sampling). Margin of error dalam survei sebesar -/+ 2,8% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Dalam survei tersebut, masyarakat diberi pertanyaan, 'Jika pilpres diadakan lagi pada hari ini, siapakah yang akan Anda pilih untuk menjadi presiden?' Hasilnya, 49,4% masyarakat memilih Jokowi dan 21,7 persen untuk Prabowo.

Selain dua nama tersebut, muncul nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ihwal munculnya nama Anies dalam radar tokoh yang akan maju di Pilpres 2019, PKS langsung menegaskan agar Anies menyelesaikan tugasnya lebih dulu.

"Kalau Anies masuk dalam radar itu, kami dari PKS konsisten ingin Anies-Sandi selesaikan tugas sebagai Gubernur dan Wagub DKI hingga selesai dan tidak diganggu dengan Pilpres 2019," ujar Ketua Bidang Politik DPP PKS Pipin Sopian di kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (2/11/2017).

Berikut ini elektabilitas capres versi survei Populi Center: 1. Joko Widodo 49,4% ; 2. Prabowo Subianto 21,7% ; 3. Gatot Nurmantyo 2,0% ; 4. Hary Tanoesoedibjo 0,7% ; 5. Anies Baswedan 0,7% ; 6. SBY 0,6% ; 7. Megawati Soekarnoputri 0,4% ; 8. Jusuf Kalla 0,4% ; 9. Wiranto 0,3% ; 10. Ridwan Kamil 0,3%

 

Kinerja Jokowi-JK

Dalam riset tersebut, lembaga survei Populi Center memaparkan pembangunan ekonomi di Indonesia selama 2017 lebih baik dibanding tahun lalu. Populi Center menyebut 70 persen masyarakat merasa puas terhadap kondisi perekonomian setahun terakhir.

"Secara keseluruhan, untuk rapor pemerintah dalam angka selama 2017 menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK berada pada range 60-70 persen," kata peneliti Populi Center, Nona Evita, dalam diskusi media di ruang Sriwijaya, Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Evita melanjutkan, survei dilakukan selama bulan November 2017 dengan memberikan pertanyaan kepada 1.200 responden dan dipilih secara acak (multistage random sampling).

Lebih lanjut Evita mengatakan tingginya kepuasan masyarakat berbanding lurus dengan tingkat elektabilitas Jokowi di 2019. Namun elektabilitas tinggi itu dapat tergerus bila lawan politiknya terus menggunakan politik identitas atau SARA.

"Ada peningkatan, namun yang harus diantisipasi adalah elektabilitas tingkat kepuasan itu berbanding lurus dengan tingkat elektabilitas, karena dalam Pilgub DKI contohnya tidak berbanding lurus. Nyatanya, ada gap yang besar antara tingkat kepuasan masyarakat dengan Ahok tapi tidak memilih dia lagi," jelas Evita.

"Hal ini terjadi karena ada imbas politik identitas secara keseluruhan. Bahkan Donald Trump juga memainkan isu yang sama dengan politik identitas dan itu yang harus diantisipasi pada 2018-2019," lanjut Evita.

Ditambahkan Evita, pemerintah Jokowi-JK diminta tidak berpuas diri atas capaian kinerja yang telah membaik. Dia menyarankan pemerintah kembali mensosialisasikan hasil capaian kerja kepada masyarakat.

"Jadi, untuk mempertahankan elektabilitas tanpa menggoreng isu-isu, bisa dengan mensosialisasikan capaian-capaian yang sudah dihasilkan pemerintah, terkait kebijakan-kebijakan yang berhasil ke masyarakat secara konsisten," terang Evita.  (det/tit)




Berita Terkait