Berita Metro

Senin, 11 Maret 2019  18:58

Survei Internal BPN: Prabowo 48%, Jokowi 46%

Survei Internal BPN: Prabowo 48%, Jokowi 46%
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat berkampanye di Madura.

Jakarta (BM) - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memberikan penjelasan terkait hasil survei internalnya yang menunjukkan keunggulan tipis dari pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dalam survei itu, elektabilitas Prabowo-Sandi mendapat 48 persen, sementara Jokowi-Ma'ruf 46 persen.

"Jadi gini, hasil surveinya 48 (persen) Prabowo, 46 (persen) Jokowi," kata juru bicara BPN Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (11/3/2019).

Andre mengatakan jika survei tersebut dilaksanakan usai debat kedua pada 17 Februari 2019 lalu. Menurut Andre, hasil tersebut didapat dari 2.000 responden yang tersebar secara nasional.

"2.000 itu nasional. Itu sama kayak survei-survei yang lain. Itu 2.000 responden nasional," jelasnya.

Andre meminta kepada para relawan Prabowo-Sandi untuk terus melanjutkan kampanye door to door karena menurutnya cara tersebut sudah tepat. Dengan cara itu, ia yakin Prabowo-Sandi akan memenangkan Pilpres 2019.

"Jadi saya ingin menyampaikan kepada seluruh pendukung Pak Prabowo dan Bang Sandi, cara kita sudah tepat. Tetap lanjutkan door to door dari rumah ke rumah, sampaikan pesan-pesan positif dan kampanye positif tentang Prabowo dan Sandi. Insyaallah 20 Oktober 2019 kita akan menyaksikan pelantikan Prabowo dan Sandiaga Uno sebagai presiden dan wakil presiden 2019," ungkapnya.

Hasil survei internal ini juga ditanggapi Sandiaga dalam kesempatan terpisah. Sandiaga menyebut persaingan dengan Jokowi-Ma'ruf sangat ketat hingga saat ini.

"Kita lihat di daerah semuanya masih sangat ketat, tidak ada yang aman. Jadi kalau dibilang ada daerah aman, saya nggak percaya itu ada daerah aman. Semua daerah sangat ketat persaingannya," kata Sandiaga saat dimintai konfirmasi soal survei internal BPN, di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta.

Sandiaga juga menyoroti soal pemilih yang belum menentukan pilihannya. Eks Wagub DKI Jakarta itu ingin semua pihak yang berada di kubunya untuk menyakinkan para pemilih tersebut.

"Dan ini saya berikan pesan untuk semua relawan dan partai koalisi, gunakan 36 hari ini untuk bangun image yang positif, narasi yang komstruktif untuk tidak terpecah belah," ujar Sandiaga.

Sebelumnya, BPN mengklaim Prabowo-Sandi unggul tipis dari pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di survei internal itu. Hal itu menanggapi hasil survei SMRC yang mengunggulkan Jokowi-Ma'ruf.

"Survei yang dilakukan oleh PolMark yang menyebutkan elektabilitas Pak Jokowi terpuruk di kisaran 40%, dengan jarak yang tak terlampau jauh dengan elektabilitas Pak Prabowo. Sementara swing voters masih sekitar 30%," kata juru bicara BPN, Suhud Alynudin kepada wartawan, Senin (11/3).

 

"Bahkan di survei internal kami, pasangan Prabowo-Sandi sudah unggul tipis. Kemungkinan akan semakin besar selisihnya saat pencoblosan," lanjut Suhud.

 

Mengibur Diri

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf menilai klaim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal Prabowo unggul di survei internal hanya untuk menghibur diri sendiri. TKN percaya pada lembaga survei yang masih mengunggulkan pasangan nomor urut 01 ini.

"Menurut saya itu kan untuk menghibur diri sendiri. Silakan aja mereka punya survei internal. Tapi banyak sekali lembaga lembaga survei yang memiliki kredibilitas yang menyatakan kami semua menang di atas selisih 20 persen," kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2019).

"Jadi saya kira silakan sajalah kalau untuk menghibur diri sendiri, hendak klaim-klaim survei internal. Siapa yang mau percaya terhadap itu?" imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Wakil Direktur Kampanye TKN Daniel Johan menyebut survei internal bisa diumumkan suka-suka. Ia menyatakan hasil survei nasional yang kredibel masih mengunggulkan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Namanya juga survei internal, kan bisa diumumkan suka-suka. Survei internal kami, Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf juga sudah 60 persen lebih, meski itu hasil yang valid. Dan bagi kami, beberapa hasil survei independen nasional yang kredibel tetap mengunggulkan paslon 01 JKW-KMA," ujar Daniel.

Menurut Daniel, peningkatan elektabilitas Jokowi normal karena Jokowi dinilai menyampaikan sesuatu yang realistis dan penuh optimisme di debat pertama dan kedua. Ia pun menyatakan akan terus bekerja maksimal untuk meyakinkan para pemilih.

"Kami akan terus bekerja maksimal meyakinkan para pemilih, terutama pemilih pemula maupun pemilih yang masih ragu-ragu agar yakin bahwa pasangan JKW-KMA adalah yang terbaik untuk memimpin Indonesia. Kami yakin bahwa masyarakat akan menentukan pilihannya kepada paslon 01 karena sudah terbukti Pak Jokowi selama 4 tahun memimpin Indonesia banyak perubahan signifikan. Tinggal satu periode lagi agar pemerataan pembangunan makin dirasakan seluruh rakyat," ungkapnya. (det/tit)




Berita Terkait