Berita Metro

Selasa, 09 Januari 2018  17:42

Pilgub Jabar Diwarnai 'Perang Jenderal'

Pilgub Jabar Diwarnai 'Perang Jenderal'
Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi saat akan mendaftarkan diri ke kantorKPU Jawa Barat, Bandung,Selasa (9/1).

Bandung (BM) - Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (Dua DM) resmi menjadi pasangan calon untuk Pilgub Jabar 2018. Tiga jenderal menjadi pesaing Deddy di wilayah ini.  Deddy pun menyebut, jika Pilgub Jabar diwarnai dengan perang jenderal.

Deklarasi Duo DM berlangsung di Gedung Sabuga, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (9/1/2018). Deklrasi dihadiri Ketum Golkar Airlangga Hartanto dan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono serta ribuan simpatisan.

Dalam pidatonya, Demiz sapaan Deddy Mizwar menceritakan Pilgub Jabar 2013 yang diwarnai perang bintang. Saat itu ada Rikeu Diah Pitaloka, Dede Yusuf dan Deddy Mizwar yang merupakan bintang film pada masanya.

"Saya ingat pilkada Jabar tahu 2013 perang bintang, ada Rikeu bintang film, Dede Yusuf bintang film dan saya juga bintang film," kata Demiz.

Berbeda dari periode sebelumnya, Pilgub Jabar tahun 2018 akan diramaikan oleh tiga orang jendral. Ada Sudrajat (TNI) yang berpasangan Syaikhu, TB Hasanuddin (TNI dengan Anton Charliyan (Polisi).

"Termasuk juga jendral Naga Bonar," kata Demiz disambut gelak tawa dan riuh tepuk tangan.

Ia menuturkan Jabar merupaka wilayah strategis nasional lantaran memiliki jumlah pendudum terbesar dengan 47 juta jiwa. Sehingga, sambung dia, dibutuhkan sosok yang cerdas dan pekerja keras untuk memimpin Jabar.

"Saya bersyukur punya pendamping seperti Dedi Mulyadi yang merupakan sosok pemuda cerdas dan pekerja keras," ungkap dia.

 

PAN Minta Maaf

Sementara itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengucapkan permintaan maaf saat mengumumkan nama-nama yang diusung dalam 17 Pilgub 2018 di Kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (9/1/2018).

Permintaan maaf itu ditujukan kepada bakal calon gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.

Pasalnya PAN yang dalam waktu lama sudah mendeklarasikan pengusungan Deddy Mizwar namun pada menit-menit akhir harus mengatakan bahwa tidak bekerja sama dengannya yang memilih Dedi Mulyadi sebagai pasangan bakal cawagub.

PAN akhirnya memutuskan bergabung dengan koalisi Partai Gerindra dan PKS untuk mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat dan Akhmad Syaikhu.

“Saya meminta maaf kepada Pak Deddy Mizwar yang sudah kita deklarasikan sejak awal, bahkan tadi pagi masih komunikasi intensif. Namun dengan segala dinamika yang terjadi kami memutuskan untuk bergabung dengan PKS dan Gerindra,” tegas Zulkifli Hasan.(tri/det/tit)




Berita Terkait