Berita Metro

Rabu, 13 Desember 2017  19:02

Megawati dan SBY Jadi Jurkam Pilgub Jatim

Megawati dan SBY Jadi Jurkam Pilgub Jatim
Megawati dan SBY
SURABAYA (BM) - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Demokrat  Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan turun ke Jawa Timur sebagai juru kampanye pasangan cagub dan cawagub pada Pilgub Jatim 2018.

Megawati Soekarnoputri akan berkampanye untuk pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Abdullah Azwar Anas, sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkampanye untuk pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistyanto Dardak.

"Bukan hanya Bu Mega yang turun untuk kampanye, tapi semua petinggi dan kepala daerah PDI-P akan ikut berkampanye untuk Gus Ipul - Azwar Anas di Jatim," kata Sekretaris PDI-P Jatim, Sri Untari, Selasa (12/12/2017).

Kata perempuan yang juga Sekretaris Tim Pemenangan Gus Ipul - Azwar Anas ini, Jatim adalah provinsi yang wajib dimenangi dalam pilkada. "Banyak alasannya, selain memang sudah kandang banteng, Jatim adalah tempat kelahiran Bung Karno, bapak proklamator bangsa," jelasnya.

Secara terpisah, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio juga memastikan bahwa SBY akan ikut menjadi juru kampanye pada Pilkada Jatim.

"Pak SBY dan Mas AHY tentu pasti akan turun kampanye ketika Khofifah-Emil sudah ditetapkan sebagai calon oleh KPU," tutur Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Renville Antonio, Rabu (13/12/2017).

Dia mengatakan, selama belum ditetapkan KPU, Partai Demokrat Jatim dan seluruh kader akan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat sebagaimana yang telah diinstruksikan SBY dan Ketua DPD Demokrat Jatim, Soekarwo.

"Kami bergerak maksimal karena sudah ada instruksi dari ketua umum dan DPD. Tugas utama kami mengenalkan ke masyarakat bahwa Pakde Karwo merekomendasikan Khofifah-Emil sebagai pengganti beliau," katanya.

Partai Demokrat Jatim akan membentuk posko pemenangan Khofifah-Emil hingga tingkat desa. Pasalnya, banyak masyarakat di pedesaan yang mendukung Khofifah-Emil namun tidak mendapatkan informasi yang cukup tentang Khofifah-Emil.

"Kami akan membentuk posko. Karena, saat ini yang kami lihat banyak masyarakat di kabupaten/kota masih bingung terkait pasangan Khofifah-Emil. Agar masyarakat gampang, kalau mau tahu informasi tentang Bu Khofifah dan Emil, Demokratlah tempatnya," ucapnya.

Renville menegaskan, selain SBY dan keluarga, Demokrat juga akan mengerahkan sejumlah elite politik Partai Demokrat demi untuk memenangkan Khofifah-Emil.

"Vena Melinda, mantan artis yang saat ini menjadi politisi juga akan menjadi jurkam Partai Demokrat," ujarnya.

Calon Gerindra

Terpisah, Fadli Zon Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menjelaskan kalau partainya akan mengumumkan Calon Gubernur Jawa Timur minggu depan.

Menurut Fadli, soal La Nyalla Mahmud Mattalitti, Partai Gerindra juga belum pasti mengusungnya.

"La Nyalla juga belum, nanti kita lihatlah. Belum fix ke La Nyalla," ujar Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Apakah Gerindra akan mengusung Khofifah atau Gus Ipul, Fadli juga belum bisa memastikan sekarang. Yang jelas, kata dia, Cagub Jatim dari Partai Gerindra akan disampaikan rencananya Minggu depan.

Sebelumnya, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengklaim mendapatkan surat tugas dari DPP Partai Gerindra terkait Pilkada Jatim 2018. Dalam waktu sembilan hari dia diminta memenuhi syarat pencalonan dirinya, salah satunya memenuhi jumlah kursi partai pendukung.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, La Nyalla telah menerima surat nomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 yang ditandatangani Ketua Umum Prabowo Subianto.

Surat yang diklaim ditandatangani Prabowo Subianto Ketua Umum Gerindra itu menugaskan La Nyalla agar memenuhi dukungan dari partai lain dan kelengkapan pemenangan lainnya dengan tenggat waktu sampai 20 Desember mendatang.

 

Survei

Terkait Pilgub Jatim, Surabaya Survey Center (SSC) mengumumkan hasil surveinya di tengah acara seminar ‘Pertarungan Dua Gajah’ di hotel Yello Surabaya, Rabu (13/12).

 Dalam kesempatan tersebut hadir pula beberapa pembicara yaitu Sekretaris DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad, Sekretaris DPD Demokrat Jatm Renville Antonio, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari, Direktur SSC Mochtar W Oetomo dan Pengamat Politik Unitomo Redi Panuju.

Mochtar W Oetomo menekankan kepada masyarakat agar jeli memilih pemimpin dalam Pilgub Jatim 2018.  “Tidak usah mencari yang terkenal kalau tidak kompeten. Jadi carilah pemimpin yang benar-benar berpengalaman dan bisa membuat Jawa Timur menjadi lebih baik,” pesannya.

Anwar Sadad mengatakan bahwa dirinya tertarik dengan survei yang ada. Dan ini menggambarkan bahwa dua poros yang ada dianggap belum ideal. “Berdasarkan survei tersebut menunjukan bahwa dua calon belum mereprentasikan warna Jawa Timur yang sesungguhnya. Ada 46,3% yang menginginkan adanya pihak ketiga. Ini tentu akan menjadi masukan bagi partai Gerindra. Oleh karena itu, kita akan kordinasikan ini. Juga akan saya sampaikan dengan teman PAN yang hari ini tidak datang dan teman PKS yang tidak sempat hadir,” ungkapnya.

Lanjut Sadad, hal ini bisa membuka mata bahwa masyarakat Jawa Timur membutuhkan poros baru.

Sementara itu, Renville Antonio mengatakan bahwa akan menata lebih baik dengan partai-partai pendukung. “Kami tidak ikut sama sekali soal koalisi. Kami menyerahkan sepenuhnya pada bu Khofifah dan mas Emil, untuk membangun koalisi. Karena bagi kami, hal ini permintaan para kyai dan tokoh pada ketua Umum/Ketua DPD kami, dan bagi mereka, inilah yang terbaik,” terangnya.

Renville Antonio menambahkan, alasan start belakangan karena posisi Pakde Karwo di mana. Padahal Pakde Karwo sudah menetapkan hati dan pilihan untuk memilih Khofifah dan Emil. Untuk koalisi langsung diserahkan pada calonnya. Dan saat ini masih belum ditetapkan karena masih menunggu poros ketiga.

Di tempat yang sama, Sri Untari mengungkap bahwa paling tidak dalam survei tersebut menunjukan bahwa kehadiran Drs Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Anas mendongkrak pemilik partai. “Semakin banyak yang tahu tentang pilgub maka mereka akan memilih PDI Perjuangan,” terangnya.

Saat ini, kata Sri, merupakan era demokrasi jadi ia tidak menyuruh atau memerintah. Itu hak setiap partai politik atau pemilih partai.

Berdasarkan survei yang digelar SSC menyebutkan bahwa Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memuncaki posisi survei kandidat cagub yang dipilih secara spontan (pertanyaan terbuka/top of mind). Cagub Jatim tersebut mengungguli Khofifah Indar Parawansa, Mahfud MD dan La Nyalla Mattalitti.

Dengan pola pertanyaan terbuka, Gus Ipul dipilih oleh 27,8 persen responden. Sementara, Khofifah dipilih oleh 22 persen responden sedangkan Mahfud MD serta La Nyalla secara berurutan dipilih oleh 9,7 dan 2,3 persen responden.

Pada pola ini, peningkatan signifikan ditunjukkan oleh Khofifah dan Mahfud MD. Pada survei edisi lalu, Khofifah secara spontan hanya dipilih oleh 13,9 persen responden. Sedangkan Mahfud MD dipilih oleh hanya 2,3 persen responden saja.

Meskipun demikian, yang menjadi menarik, jumlah undecided voters pada pola survey terbuka ini justru memiliki jumlah prosentase tertinggi.  Sebanyak 34,7 persen responden memilih untuk tidak menjawab ataupun mengaku tidak tahu akan memilih siapa ketika ditanya. (era/ssn/det/tit)




Berita Terkait