Berita Metro

Kamis, 17 Desember 2017  19:04

Ketua PBNU: Sampean Ser Pecel Apa Rawon

Ketua PBNU: Sampean Ser Pecel Apa Rawon
M Nuh

Pilgub Jatim All NU Final

Surabaya (BM) - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Pendidikan M Nuh menilai Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018 akan diikuti dua bakal calon gubernur, yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa.

"Insyaallah, rasanya dua orang ini saja. Kemungkinan, nggak keluar alternatif yang lain," kata M Nuh di sela acara Seminar Nasional dan Launching Pusat Pengembangan Masyarakat dan Peradaban Islam (PPMPI), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), di Surabaya, Sabtu (16/12/2017).

Jika Pilgub Jatim 2018 ini hanya diikuti Gus Ipul dan Khofifah, dia menyebutnya sebagai pertandingan final antar anggota NU. "Kalau toh nanti 2 (cagub), berarti all NU final. Dua-duanya NU," ujarnya.

Pertarungan NU Final ini mendapat perhatian tersendiri dari M Nuh. Dia punya pesan untuk keduanya yang akan bersaing menjadi Jatim-1.

"Ujiannya bukan sopo seng NU, sopo seng dudu NU seng menang. (Ujiannya bukan siapa yang NU, siapa yang bukan NU yang menang). Bukan itu. Dua-duanya (Gus Ipul dan Khofifah) juga NU," katanya.

"Sehingga ujiannya itu, yok opo carane (bagaimana caranya) dua orang ini dalam berkompetisi dengan nyaman, nggak pakai tukaran (bertengkar)," imbuh M Nuh.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) ini mengibaratkan dua calon Gubernur Jatim ini adalah menu makanan pecel dan rawon. Apa maksudnya?

"Sampean ser pecel, sampean dahar. Sampean ser rawon, sampean dahar. Nggak ono seng harom. Dua-duanya halal. Dua-duanya enak. Tinggal sekarang, dino iki seng cocok mangan pecel opo mangan rawon, kan gitu. (Anda suka pecel, Anda makan. Anda suka rawon, Anda makan. Nggak ada yang haram. Dua-duanya halal. Tinggal sekarang, hari ini yang cocok makan pecel atau makan rawon)," tuturnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh juga mengaku, dirinya pernah didekati beberapa partai politik dan ditawari maju sebagai calon gubernur di Jawa Timur. “Ada beberapa partai yang sudah menghubungi saya. Pokoknya ada beberapa lah," kata M Nuh.

Meski didekati dan ditawari nyagub di Pilgub Jatim, Ketua Bidang Pendidikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini selalu menolak.

"Selalu saya sampaikan. Saya terima kasih banyak. Tapi mohon maaf, saya ingin konsen menekuni bidang sosial keagamaan, termasuk pendidikan, kesehatan. Saya tak nekuni di situ saja," tuturnya.

Lagi pula, katanya, terlalu banyak yang ingin menjadi gubernur di Jawa Timur. Alasan ini pula yang membuatnya menolak saat ditawari maju di Pilgub Jatim.

"Yang kepengin jadi gubernur kan sudah banyak. Uakeh seng kepengin dadi gubernur. Mulai seng anteng-antengan, sampai seng masang spanduk, baliho, kan akeh to. (Banyak yang ingin menjadi gubernur. Mulai dari yang diam, hingga yang memasang spanduk dan baliho, juga banyak)," terangnya.

"Tapi yang ingin menjadi (bergerak mengurusi persoalan) sosial kan nggak banyak. Passion saya, saya tak nekuni (konsentrasi) di situ," jelas M Nuh. (det/tit)




Berita Terkait