Berita Metro

Senin, 18 Desember 2017  22:36

Jelang Pilgub Jatim, Golkar Evaluasi Pencalonan Khofifah

Jelang Pilgub Jatim, Golkar Evaluasi Pencalonan Khofifah
Khofifah Indar Parawansa di Kediri, Jawa Timur, Senin (18/12).

JAKARTA (BM) - DPP Partai Golkar akan mengevaluasi dukungan kepada Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak untuk Pilkada Jawa Timur 2018. Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menuturkan, pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat tim Pilkada Pusat. Jatim adalah salah satu yang ikut dievaluasi.

"Termasuk soal wakilnya kami akan perbincangkan kembali. Kalau sesuai harapan Partai Golkar, kami akan lanjutkan pencalonan. Kalau tidak sesuai, kami akan lakukan evaluasi," kata Nurdin di sela Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Adapun rapat tim pilkada pusat direncanakan dilaksanakan pada pekan ini. Ia memastikan semua proses berjalan dengan mekanisme yang berlaku.

"Semua berjalan sesuai dengan mekanisme sistem rekrutmen paslon pilkada Partai Golkar," tuturnya.

Adapun daerah lainnya yang dibahas dalam rapat tersebut, yakni Jawa Barat dimana Golkar menarik dukungannya untuk Ridwan Kamil.

Pada rapat tim pilkada pusat, kata Nurdin, pihaknya akan menentukan calon gubernur Jabar tersebut.

Selain Jabar, daerah lainnya yang akan dievaluasi adalah Sumatera Utara. Hal itu dikarenakan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara Ngongesa Sitepu yang diajukan sebagai calon wakil gubernur mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Ngongesa sedianya akan berpasangan dengan Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi. Golkar akan mencari pengganti Ngongesa.

"Apakah penggantinya ini berkenan dengan cagub, nah kalau berkenan kami lanjutkan pencalonan kalau tidak akan ada evaluasi dari tim pilkada pusat," kata bakal calon gubernur Sulawesi Selatan itu.

Partai Demokrat, selaku mitra koalisi Golkar di Pilgub Jawa Timur, yang mendukung pasangan Khofifah-Emil memberikan tanggapan atas penyataan Nurdin Halid. "Saya masih melihat itu pemikiran personal, bukan pemikiran partai. Tetapi keyakinan kami Golkar masih solid mendukung Khofifah dan Emil," kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Kuswanto, Senin (18/12).

Kalau misalkan satu-dua orang untuk pendapat pribadi, lanjutnya, ya silakan. "Itu sah-sah saja. Kalau misalkan itu salah ya biarkan partainya yang menegur bukan kita," sambungnya.

Penilaian Kuswanto bahwa Golkar masih solid, berdasarkan komunikasi pihaknya kepada seluruh partai pengusung pasangan Khofifah-Emil, tak terkecuali partai Beringin. "Secara partai, bukan hanya kepada partai pendukung, tapi semua partai kita komunikasi, jawabannya baik-baik saja dan itu kelebihan Jawa Timur," tandasnya.

Kuswanto menambahkan bahwa dia tidak bisa memastikan bahwa Golkar tetap on the track mendukung Khofifah-Emil. "Tetapi kalau ditanya saya pendapat, bagaimana munculnya kata-kata atau suara itu, saya berpendapat itu personal bukan pendapat institusi. Saya melihat seperti itu," ucapnya.

Seperti diketahui, di Pilgub Jawa Timur ini, Demokrat, Golkar, dan Hanura telah memberikan SK Rekomendasinya untuk pasangan Khofifah-Emil. Namun, untuk rekom Golkar diberikan saat Setya Novanto belum diganti Airlangga.

Menanggapi isu tersebut, bakal calon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyerahkan keputusan akhir pencalonan dirinya ke Golkar.  "Terkait hal tersebut, sekali lagi, saya dari awal menekankan bahwa hal-hal yang terkait dengan dukungan dari partai adalah ranahnya dari Ibu Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa," kata Emil Dardak kepada wartawan, Senin (18/12/2017).

Emil menegaskan dirinya hanya menerima amanah dari para kiai dan pimpinan parpol untuk maju mendampingi Khofifah. Emil merasa tidak kompeten menjawab rencana evaluasi yang akan dilakukan Golkar.

Saat ini Emil fokus menjalankan tugas-tugas kedinasannya sebagai Bupati Trenggalek. Dia juga membagi waktu untuk berkomunikasi dengan sejumlah kelompok warga di Jawa Timur untuk mensosialisasi pencalonannya.

Hingga saat ini Emil belum berkomunikasi dengan para pimpinan parpol terkait rencana evaluasi Golkar.

"Jadi belum bisa menjawab apakah ini nanti akan bikin khawatir atau tidak. Pada dasarnya semuanya itu amanah, jadi kalau amanah itu tidak sesuatu yang kita paksakan," jelasnya.

Sementara, bakal calon Gubernur Jawa Timur beserta wakilnya, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak saat ini mulai mematangkan semua kebutuhannya sebagai kontestan Pilkada serentak 2018 mendatang. Salah satu yang tengah dikebut adalah draf visi-misi.

Rencananya KPU akan memulai membuka pendaftaran Pilkada serentak 2018 pada 1 hingga 8 Januari mendatang. Kemudian, pada 12 Febuari menetapkan peserta Pilkada serentak.

"InsyaAllah semuanya berjalan sesuai dengan perencanaan yang sudah dilakukan. Hari ini, sedang apa? Finalisasi tim visi–misi yang akan di-breakdown dalam dua, apa, draf. (Draf) satu, program yang akan disampaikan ke KPUD," kata Khofifah di Surabaya, Senin (18/12).

Pada saat mendaftar, lanjutnya, satu (draf lagi) akan di-breakdown dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). "Karena dua-dua ini sesuatu yang sangat subtantif, maka dalam waktu dekat akan ada tim yang keliling ke berbagai region, berbagai eks-karisidenan di Jawa Timur untuk uji taskheh (mematangkan), men-taskhehkan draf semacam RPJMD, semacam ya."

Uji taskheh dilakukan, kata Ketua Umum PP Muslimat NU mengungkapkan, agar draf yang tengah difinalisasi itu akan mendapatkan pengayaan, masukan, dan penajaman dari berbagai wilayah.

"Kan ada daerah-daerah yang kontribusi PDRB (Produk Domistik Regional Bruto)-nya signifikan, ada daerah-daerah penyangga, ada daerah-daerah yang masih harus didorong," ujarnya.

Khofifah menjelaskan, uji taskheh tidak jauh berbeda dengan focus group discussion (FGD). Sehingga usulan dari daerah-daerah dapat ditampung dan dimasukan dalam visi-misi untuk diserahkan ke KPUD.

"Oleh tim eksport yang sudah disepakati bersama untuk menyiapkan breakdown draf RPJMD dan draf program yang memang menjadi satu kesatuan dari prasyarat pendaftaran di KPUD," tandasnya. (mer/det/kom/tit)




Berita Terkait