Berita Metro

Selasa, 08 Januari 2019  19:01

Indikator: Jokowi-Ma'ruf 54%, Prabowo-Sandi 34%

Indikator: Jokowi-Ma'ruf 54%, Prabowo-Sandi 34%
Rilis hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia

Jakarta (BM) - Indikator Politik Indonesia kembali merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan capres-cawapres. Hasilnya, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Bila pemilihan presiden diadakan sekarang, Jokowi masih unggul atas Prabowo Subianto. Simulasi dua pasangan nama, Jokowi-Ma'ruf Amin 54,9 persen dan Prabowo-Sandiaga Uno 34,8 persen," kata peneliti Indikator, Burhanuddin Muhtadi, di kantor Indikator, Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Survei ini dilakukan pada 16-26 Desember 2018 dengan metode random sampling. Sebanyak 1.220 orang dijadikan responden dengan margin of error 2,9 persen.

Sekitar 9,2 persen responden belum menentukan pilihan dan 1,1 persen mengaku tidak mau memilih atau golput. Indikator juga mencatat kenaikan suara Jokowi-Ma'ruf ataupun Prabowo-Sandiaga dibandingkan bulan sebelumnya.

Pemaparan survei Indikator Politik Indonesia soal elektabilitas capres-cawapres di Pilpres 2019Pemaparan survei Indikator Politik Indonesia soal elektabilitas capres-cawapres di Pilpres 2019. (Ahmad Bil Wahid/detikcom)

"Jokowi dan Prabowo sedikit meningkat dibanding bulan Oktober dan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) cenderung menurun. Namun secara statistik, dinamika dalam tiga bulan terakhir tidak signifikan," kata Burhanuddin.

Survei itu juga menyatakan karakteristik pemilih kedua pasangan calon. Para responden cenderung tak percaya terhadap informasi yang menyusun pilihan mereka, tapi mereka percaya pada informasi negatif tentang calon lain.

"Pemilih Prabowo cenderung percaya informasi-informasi yang menyudutkan tentang Jokowi. Demikian juga sebaliknya, pemilih Jokowi cenderung lebih percaya terhadap isu-isu negatif tentang Prabowo. Ini membuktikan bahwa sikap partisan terhadap calon presiden menentukan sikap terhadap informasi, bukan sebaliknya," ujarnya.     

 

Optimistis Mengejar

Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Partaonan Daulay, yakin, dalam tiga bulan ke depan, elektabilitas pasangan nomor urut 02 itu akan mengungguli sang petahana. Apalagi, dalam survei internal, elektabiltas Prabowo-Sandiaga terus meningkat.

"Kami juga punya survei internal sendiri dan dalam tiga bulan sebelum pemilu ini kita bisa mengungguli Jokowi. Dari survei internal kita, progres kita sudah bagus. Kita tetap optimis," ujar Saleh, Selasa (8/1/2019).

"Survei itu kan lagian sering meleset. Banyak faktanya di pilkada-pilkada," sambung dia.

Secara terpisah, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andry Arief Bulu, mengungkapkan hal yang senada. Bahkan, dia meyakini, setelah debat capres-cawapres nanti, elektabilitas Prabowo-Sandiaga akan meningkat pesat.

"Tren daya penerimaan dan sambutan masyarakat pada program dan visi Pak Prabowo dan Pak Sandiaga sangat menarik dan secara signifikan bergerak naik dengan cepat," kata Andry.

Politikus Gerindra itu juga meyakini selisih angka elektabilitas tersebut akan mudah dikejar oleh Prabowo-Sandiaga. Apalagi, menurut dia, sebagai petahana, perolehan 54,9% tidaklah memuaskan.

"Petahana di 50%, belum menentukan pilihan sekitar 10%, itu berarti sudah lampu kuning, sudah gawat dan kami punya cara ukur tersendiri yang kami yakini, waktu masih 3 bulan, kita lihat saja," ujarnya.

 

Survei LSI

Di hari yang sama, Lingkasran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengeluarkan survei terbaru terkait elektabilitas partai politik (Parpol) di Pileg 2019. PDI Perjuangan, Gerindra dan Golkar di posisi tiga teratas.

Survei tersebut dilakukan sebanyak 5 kali mulai Agustus hingga Desember 2018. Survei dilakukan perbulan kepada 1.200 responden metode multistage random sampling. Wawancara tatap muka responden dengan kuisoner. Margin of error survei ini adalah 2,8%.

"PDIP, Gerindra dan Golkar di posisi tiga teratas. PDIP konsisten di urutan pertama dalam 5 kali survei," kata peneliti LSI Ardian Sopa di kantor LSI Graha 2 Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).

LSI memprediksi PDIP akan memenangkan dalam Pileg 2019. Sedangkan Gerindra dan Golkar akan bersaing ketat untuk merebutkan posisi kedua.

"Gerindra dan Golkar bersaing ketat di posisi 2. Mengapa ini bisa terjadi? Gerindra konsisten di urutan dua karena Gerindra diuntungkan ada capres Pak Prabowo. Tapi Golkar masih mungkin bisa menyalip tapi perlu pendobrak atau big bang," ungkapnya.

Ardian juga mengatakan Parpol seperti Hanura, PKPI dan PBB tidak terdengar kiprahnya selama masa kampanye ini. Menurutnya, berdasarkan hasil survei peroleh angka ketiga Parpol itu berada di bawah 1 persen.

"Survei di Desember 2018, Hanura sebesar 0,6 persen, PBB sebesar 0,2 persen, PKPI sebesar 0,1 persen," sebutnya.

Berikut hasil survei elektabilitas 9 besar Partai Politik (parpol) mulai Agustus-Desember 2018:

PDIP: Agustus 24,8 persen; September 25,6 persen; Oktober 28,5 persen; November: 25,4 persen; Desember 27,7 persen

Gerindra: Agustus 13,1 persen; September 11,5 persen; Oktober 11,3 persen; November 14,2 persen; Desember 12,9 persen.;  Golkar: Agustus: 11,3 persen; September: 10,6 perse ; Oktober: 6,8 persen ; November: 9,7 persen ; Desember: 10 persen

PKB: Agustus: 6,7 persen ; September: 5,4 persen ; Oktober: 6,3 persen ; November: 6,2 persen ; Desember: 6,9 persen

Demokrat: Agustus: 5,2 persen ; September: 3,7 persen ; Oktober: 3,4 persen ; November: 4,1 persen ; Desember: 3,3 persen

PKS ; Agustus: 3,9 persen ; September: 4,1 persen ; Oktober: 2,6 persen ; November: 2,9 persen ; Desember: 3,3 persen

PPP ; Agustus: 3,2 persen ; September: 3 persen ; Oktober: 2,9 persen ; November: 3,4 persen ; Desember: 3 persen

NasDem ; Agustus: 2,2 persen ; September: 2,7 persen ; Oktober: 3,1 persen ; November: 2,7 persen ; Desember: 3,3 persen

Perindo; Agustus: 1,7 persen; September: 1,4 persen; Oktober: 3 persen; November: 2,2 persen; Desember: 1,9 persen. (det/rmo/tit)




Berita Terkait