Berita Metro

Minggu, 15 April 2018  19:38

Dukungan Mengalir, Gatot Dijagokan Gandeng Cak Imin

Dukungan Mengalir, Gatot Dijagokan Gandeng Cak Imin

Jakarta (BM) – Dukungan untuk mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari Forum Komunikasi Ustazah (Fokus), yang mengingnkan Gatot Nurmantyo berpasangan dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk Pilpres 2019. Deklarasi dukungan dilakukan berbarengan dengan peringatan Isra Mikraj.

"Pada momentum Isra Mikraj ini, kami mendeklarasikan Agamis (Aku, Gatot Nurmantyo dan Muhaimin Iskandar). Meminta kepada Bapak Gatot Nurmantyo dan Muhaiman Iskandar sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada masa Pilpres 2019 sampai 2024," kata Ketua Fokus Ida Mursidah di Jl Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu (15/4/2018).

Duet Gatot-Cak Imin dinilai pasangan serasi untuk memimpin Indonesia. Sebab, keduanya dinilai sebagai perpaduan tokoh nasional dengan agamis.

"Pasangan Bapak Gatot Nurmantyo dan Muhaimin Iskandar merupakan perpaduan serasi tokoh nasional dan religius dalam memimpin perjalanan kehidupan bangsa ini. Dan semoga Allah merahmati kedua pemimpin kita dalam melaksanakan tugasnya," ujar Ida.

Fokus juga berpendapat Gatot memahami tentang persoalan yang dihadapi rakyat. Salah satunya seperti persoalan beras dan harga pangan.

"Kepimpinan yang amanah, gagah dan merakyat ada pada diri Bapak Gatot Nurmantyo yang akan menjalankan roda kepimpinan nasional dengan kewibawaan. Pemimpin yang merakyat memahami persoalan kerakyatan seperti persoalan beras, pupuk, harga pangan," ujarnya.

Ketua Fokus Ida Mursidah mengatakan deklarasi komunitasnya untuk Gatot murni atas inisiasi anggota dan perkumpulan majelis taklim tanpa terlebih dulu berkomunikasi dengan Gatot.

"Belum pernah (komunikasi dengan Gatot). Kita melihat pribadi saja," ujar Ida di Majelis Taklim Masjid Nurul Ikhlas di Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta, Minggu (15/4).

Ida menyebut Fokus bukanlah perkumpulan kecil. Di Kelurahan Duri Kepa, ia sebutkan sedikitnya ada 10 majelis taklim di bawah binaan Fokus.

"Di kampung sini saja (Duri Kepa) ada sekitar 10 majelis taklim. Ada itu satu majelis taklim jamaahnya sampai 100 orang lebih," jelasnya.

Disinggung soal relawan Gatot yang bernama Gatot Nurmatyo Untuk Rakyat (GNR), Ida tidak masalah dan siap untuk bergabung bersama-sama memenangkan Gatot.

"Kalau kita dipercaya, tentu kita siap bergabung dengan itu (GNR)," tukasnya.

 

 

Sebelumnya,  Pro 1 (Pro One) Nasional juga mendeklarasikan dukungan terhadap Gatot Nurmantyo untuk berpasangan dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Kelompok ini membentuk Pondok Gatot Muhaimin.

Ketua Pro 1 (Pro One) Nasional Baihaqi Maisin menilai pasangan Gatot-Cak Imin merupakan pasangan yang cocok karena berlatar belakang sipil dan militer. Selain itu, menurutnya, pasangan tersebut dapat mewakili aspirasi generasi milenial.

"Pada kesempatan kali ini bertepatan dengan perayaan Isra Miraj kami dengan pertimbangan segala hal dan realitas politik yang ada perkembangan yang ada, kami pengurus Pro 1 Nasional dan wilayah mengusung pasangan Gatot dan Muhaimin. Dan mendeklarasikan Pondok Gatot Muhaimin," kata Baihaqi di restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/4/2018).

Baihaqi menilai pasangan Gatot-Cak Imin merupakan pasangan yang cocok karena berlatar belakang sipil dan militer. Selain itu, menurutnya, pasangan tersebut dapat mewakili aspirasi generasi milenial.

"Alasan kami dukung Gatot-Muhaimin, pasangan ideal perpaduan militer dan sipil, golongan tua dan milenial, dan elektabilitas mereka cukup tinggi dibandingkan yang lain. Daya saing pertarungan antara Jokowi dan pasangan, Gatot dan Muhaimin lebih kompetitif dan menarik. Dan masyarakat ada alternatif pilihan yang lebih baik," kata Baihaqi.

Namun Bahiaqi menyebut belum mengkomunikasikan dukungan ini kepada Gatot maupun Cak Imin. Menurutnya deklarasi ini merupakan aspirasi dari kelompok Pro 1.

"Ini murni aspirasi kami generasi milenial. Belum kami komunikasikan, kami yakin didukung semua lapisan masyarakat. Kami yakin ada sinyal dua-tiga partai dukung mereka antara PKB, Demokrat, dan PAN," ucap Baihaqi.

Baihaqi mengatakan awalnya mendukung Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemilu 2019 Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Cak Imin bertarung di Pilpres 2019. Namun seiring perkembangan politik, kelompok Pro 1 menilai sosok Gatot Nurmantyo yang lebih cocok menjadi capres.

"Dari segi pengalaman AHY pasti jauh dibanding Gatot karena belum jabat eksekutif dan jabatan tinggi. Gatot elektabilitas lebih tinggi dibanding AHY. Jadi bisa lebih diterima masyarakat," sambungnya.

 

PKB ke Jokowi

Meski ada dukungan untuk Gatot - Cak Imin, namun PKB tetap masih fokus merealisasikan agar sang ketum menjadi cawapres Presiden Joko Widodo.

"Kalau kami jelas, Jokowi-Cak Imin. Tapi kalau ada aspirasi dan masukan, kita lihat keseriusannya sampai mana," ujar Wasekjen PKB Jazilul Fawaid, Minggu (15/4/2018).

PKB masih memperjuangkan agar Cak Imin dipilih Jokowi menjadi cawapresnya di Pilpres 2019. Saat ini PKB belum fokus ke calon yang lain.

"Karena belum sampai final, kita tuntaskan satu-satu untuk mengawal aspirasi," ucap Jazilul.

Soal dukungan dari Pro 1, PKB masih akan melihat dinamika ke depan. Namun menurut Jazilul, tak menutup kemungkinan mereka akan mempertimbangkan wacana tersebut.

"Kita lihat prospek dan dinamika harus seksama. Tapi kalau keputusan Jokowi-Cak Imin itu harus kita kawal sampai tuntas," kata anggota DPR RI itu.

"Kalau memang ada aspirasi, sampaikan saja ke PKB, supaya dimasukkan sebagai hal yang perlu dipertimbangkan," sambung Jazilul.

PKB juga mengapresiasi Pro 1 yang sudah mendeklarasikan dukungan. Hanya saja, Cak Imin pun disebut masih akan fokus dengan Jokowi-Cak Imin (JOIN).

"Dari relawan tentu kita apresiasi. Tapi karena kemarin sudah disampaikan langsung oleh Cak Imin, JOIN kita kawal dulu," ungkap Jazilul. (rmo/det/tit)




Berita Terkait