Berita Metro

Kamis, 03 September 2017  18:22

Korut Uji Coba Bom Terkuat Berefek Gempa

Korut Uji Coba Bom Terkuat Berefek Gempa
Kim Jong Un dan petinggi militer Korut

JAKARTA (BM) – Sejumlah negara mereaksi uji coba nuklir Korea Utara yang baru saja diluncurkan. RRC yang merupakan mitra terdekat Korut mengecam keras uji coba yang diklaim sukses tersebut. Sementara Jepang, mengerahkan 3 pesawat jet tempurnya untuk memeriksa radiasi.

Otoritas China mengecam keras uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara (Korut), negara tetangganya. China yang merupakan satu-satunya sekutu dekat Korut ini menyebut negara komunis itu mengabaikan kecaman internasional.

"DPRK (nama resmi Korut) telah mengabaikan perlawanan yang luas dari komunitas internasional, sekali lagi dengan melakukan uji coba nuklir," tegas Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Minggu (3/9/2017).

"Pemerintah China menyatakan perlawanan tegas dan dan kecaman keras terhadap hal ini," imbuh pernyataan itu.

China yang masih menjadi sekutu diplomatik dan pendukung ekonomi Korut ini, dipandang memiliki peran penting dalam krisis Korut. China menuai tekanan besar dari dunia internasional terkait program rudal dan nuklir negara terisolasi itu.

Beberapa waktu terakhir, China menyerukan agar krisis Korut diselesaikan melalui dialog, bukan kekuatan militer. Namun opsi dialog dianggap beberapa pihak, khususnya Amerika Serikat (AS), tidak cukup keras untuk Korut.

"Kami mendesak secara tegas, DPRK untuk menghadapi keinginan kuat denuklirisasi dari komunitas internasional, bersungguh-sungguh mematuhi resolusi terkait dari Dewan Keamanan PBB, berhenti melakukan tindakan salah yang memperburuk situasi dan tidak sejalan dengan kepentingannya, dan secara efektif kembali pada jalur penyelesaian masalah melalui dialog," tegas Kementerian Luar Negeri China.

Di tengah ketegangan yang tak kunjung memudar, Korut menggelar uji coba nuklir terbaru pada Minggu (3/9). Uji coba yang diklaim berlangsung sukses itu, disebut Korut bertujuan menguji kemampuan bom hidrogen canggih yang berhasil dikembangkannya.

Korut juga mengklaim, bom hidrogen itu bisa dijadikan hulu ledak yang dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua (ICBM) miliknya. Beberapa waktu lalu, Korut menyebut rudal antarbenua buatannya bisa menjangkau daratan AS dengan membawa nuklir. Bom hidrogen sendiri disebut-sebut memiliki kekuatan ledakan yang lebih dahsyat dibandingkan jenis bom nuklir lainnya.

 

Periksa Radiasi

Otoritas Jepang mengerahkan tiga jet militernya usai Korea Utara (Korut) melakukan uji coba nuklir terbarunya, yang melibatkan bom hidrogen. Pengerahan ini bertujuan untuk memeriksa sisa-sisa radioaktif usai uji coba tersebut.

Dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Minggu (3/9/2017), Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan pihaknya telah mengerahkan sedikitnya tiga jet militer dari pangkalan udara di wilayahnya, usai uji coba rudal Korut.

Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera, menyatakan jet-jet militer 'pengendus' itu memiliki kemampuan untuk mendeteksi sisa-sisa radioaktif di wilayahnya. Diketahui bahwa wilayah Jepang berada di sebelah timur Korut.

"Kami akan melakukan yang terbaik dalam mengumpulkan informasi," tegas Onodera seperti dilaporkan televisi nasional Jepang, NHK.

Korut dalam pengumuman resmi melalui televisi nasional mereka, Korean Central Television (KCTV), menyatakan telah menggelar uji coba bom hidrogen. Korut mengklaim uji coba yang diperintahkan pemimpin mereka, Kim Jong-Un, itu berlangsung dengan 'sukses sempurna'.

"Uji coba bom hidrogen berlangsung sukses sempurna," ucap seorang penyiar berita pada KCTV.

Bom hidrogen merupakan bom yang ledakannya disebabkan oleh pelepasan energi atom yang dihasilkan oleh inti helium yang merupakan hasil perpaduan inti ringan pada suhu yang sangat tinggi. Bom hidrogen memiliki kekuatan ledakan yang lebih dahsyat dibandingkan bom nuklir lainnya.

Sebelum Korut memberikan pengumuman, otoritas Jepang melalui Menteri Luar Negeri Taro Kono telah menyatakan keyakinan bahwa Korut menggelar uji coba nuklir terbaru. Keyakinan ini didasarkan pada pemeriksaan data dari Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan berbagai informasi lainnya.

Menlu Kono juga menegaskan bahwa pemerintahannya telah melayangkan nota protes kepada Kedutaan Besar (Kedubes) Korut di Beijing, China. Isi nota protes itu menyatakan, setiap uji coba apapun merupakan aksi yang 'sungguh tidak bisa dimaafkan'.

 

Sempurna

Otoritas Korea Utara (Korut) menyatakan pihaknya telah menggelar uji coba bom hidrogen. Korut mengklaim uji coba yang diperintahkan pemimpin mereka, Kim Jong-Un, ini berlangsung dengan 'sukses sempurna'.

"Uji coba bom hidrogen berlangsung sukses sempurna," ucap seorang penyiar berita pada televisi nasional Korut, Korean Central Television (KCTV), seperti dilansir AFP, Minggu (3/9/2017).

Pengumuman ini disampaikan Korut sekitar beberapa jam setelah berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan China, menyatakan keyakinan mereka bahwa Korut menggelar uji coba nuklir terbaru.

Media AS, CNN, menyebut penyiar berita yang menyampaikan 'pengumuman penting' ini adalah penyiar televisi veteran Korut, Ri Chun-Hee. Ri yang berusia 70-an tahun ini telah mengabdi sebagai penyiar KCTV selama 40 tahun terakhir dan selalu hadir menyampaikan berita-berita penting Korut.

Sang penyiar itu menyebut, uji coba ini sebagai langkah 'penuh makna' dalam menyempurnakan program senjata nuklir Korut. Disebutkan juga bahwa bom hidrogen buatan Korut ini dirancang untuk bisa dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru milik Korut.

"Ini juga menandai momen sangat signifikan dalam mencapai tujuan akhir untuk melengkapi kekuatan negara nuklir," imbuh sang penyiar seperti dikutip kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), seperti dilansir CNN.

Bom hidrogen merupakan bom yang ledakannya disebabkan oleh pelepasan energi atom yang dihasilkan oleh inti helium yang merupakan hasil perpaduan inti ringan pada suhu yang sangat tinggi. Bom hidrogen memiliki kekuatan ledakan yang lebih dahsyat dibandingkan bom nuklir lainnya.

Beberapa jam sebelum menggelar uji coba, Korut mengklaim telah berhasil mengembangkan bom hidrogen canggih yang bisa dijadikan hulu ledak nuklir dan dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua.

 

Paling Kuat

Korea Utara (Korut) disebut telah melakukan uji coba nuklir dengan kekuatan ledakan terkuat dalam sejarahnya. Berbagai perkiraan menyebut uji coba terbaru menghasilkan ledakan 10 kali lebih kuat dari uji coba sebelumnya pada tahun 2016.

"Tak hanya 9,8 kali lebih kuat daripada uji coba nuklir yang digelar September tahun lalu, tapi ini juga yang paling kuat," sebut seorang pejabat pada Badan Meteorologi Korea yang enggan disebut namanya, kepada kantor berita Korea Selatan, Yonhap News Agency, dan dilansir AFP, Minggu (3/9/2017).

Uji coba nuklir kelima yang digelar September 2016, menghasilkan ledakan dengan kekuatan mencapai 10 kiloton, yang memicu gempa bumi 5,04 Skala Richter (SR). Sedangkan uji coba nuklir terbaru atau keenam Korut ini memicu dua gempa bumi berkekuatan 6,3 SR dan 4,6 SR.

Otoritas Jepang dan Korsel kompak memperkirakan uji coba nuklir terbaru Korut menghasilkan ledakan hingga 100 kiloton. Satu kiloton sama dengan 1.000 ton ledakan TNT.

Uji coba rudal terbaru Korut terjadi setelah rezim komunis itu mengklaim telah mengembangkan bom hidrogen yang bisa dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua (ICBM) miliknya. Klaim ini diragukan oleh banyak pihak. Namun seorang pakar nuklir menyebut, uji coba terbaru Korut pada Minggu (3/9) bisa jadi merupakan uji coba bom hidrogen.

"Kekuatannya 10 kali atau 20 kali lebih kuat dari (uji coba) sebelumnya. Skala itu berada pada level di mana semua pihak bisa menyebutnya sebagai uji coba bom hidrogen," sebut Kune Y Suh yang merupakan profesor teknik nuklir pada Seoul National University, seperti dilansir Reuters. (det/tit)




Berita Terkait