Berita Metro

Selasa, 19 Desember 2017  17:41

Polri: Pria Terobos Istana Ancam Jokowi, SBY dan Prabowo

Polri: Pria Terobos Istana Ancam Jokowi, SBY dan Prabowo
Martinus Sitompul

Jakarta (BM) - Polisi telah mengamankan Ivon Rekso alias Muhammad Khalifah, yang mencoba menerobos masuk ke kompleks Istana dan melontarkan ancaman kekerasan ke Presiden Joko Widodo. Polisi menyebut pelaku juga melakukan ujaran kebencian kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subiyanto.

"HP-nya dilihat, jejak digital yang ada di HP-nya ternyata penuh dengan ujaran kebencian, ancaman kekerasan ancaman pembunuhan. Ada ke Pak Presiden, Pak Prabowo, Pak SBY," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2017).

Martinus menjelaskan polisi tak menemukan senjata dari tangan Ivon. Barang bukti yang disita polisi dari tangan pelaku hanya ponsel pintar berisi konten-konten kekerasan, ancaman serta penghinaan terhadap Presiden Jokowi, SBY serta Prabowo.

"Nggak ada bawa senjata tajam. BB (barang bukti)-nya hanya HP saja kemudian konten-konten tulisan seperti yang saya jelaskan tadi," jelas Martinus.

Ivon mencoba menerobos istana kemarin pagi, Senin (18/12). Dia lalu diamankan Paspampres dan diserahkan ke Polsek Gambir untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Martinus sebelumnya mengungkapkan Ivon menerobos Istana karena hendak bertemu Presiden Jokowi.

"Dia bilang mau ketemu, mau masuk istana untuk bertemu Pak Jokowi. Ada ancaman kekerasan yang ingin dilakukan yang bersangkutan," tutur Martinus.

"Dari hasil pemeriksaan HP-nya, da ujaran kebencian, ancaman kekerasannya, ada ancaman pembunuhannya," sambung Martinus.

Martinus menjelaskan banyak pasal yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku diantaranya Pasal 207 KUHP, Pasal 45 juncto 27 UU ITE, Pasal 45 b juncto 29 UU ITE dan Pasal 336 KUHP.

"Mendistribusikan yang memuat pelanggaran hukum, berisi ancaman kekerasan, mengancam dengan kekerasan terhadap orang atau benda secara terang-terangan," jelas Martinus.

 

Dicek Kejiwaan

Polisi menyebut Ivon Rekso alias Muhammad Khalifah tidak konsisten dalam memberikan keterangan. Polisi pun memutuskan mengecek kondisi kejiwaan pria yang mencoba menerobos Istana pada Senin (18/12) itu.

"Lagi diperiksa kesehatannya. Sekarang diperiksa di (RS Polri) Kramat Jati (Jakarta Timur)," kata Martinus Sitompul.

"Hasil pemeriksaannya menunjukkan keinkonsistenan. Ditanya A, jawabnya B. Ditanya B, dijawab C. Tentu harus didalami kesehatannya. Yang menangani itu Direktorat (Tindak Pidana) Cyber (Bareskrim)," imbuh Martinus.

Martinus menerangkan jerat pidana terhadap Ivon akan gugur saat hasil tes kejiwaan menyatakan ada gangguan jiwa. Tetapi Martinus memastikan hasil pemeriksaan akan akurat sehingga Ivon tidak bisa berpura-pura sakit.

"Ya gugur (kalau gangguan jiwa). Tapi kalau dia beralibi gila, nggak bisa. Karena kan pasti pemeriksaan dia didalami, kalau patut diduga kelainan jiwa kan harus diperiksa lebih dari sekali. Dilakukan pertanyaan-pertanyaan secara lisan dan tertulis. Itu teknisnya," terang Martinus.

Ivon mencoba menerobos Istana pada Senin (18/12) kemarin. Dia lalu diamankan Paspampres dan diserahkan ke Polsek Gambir untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Martinus sebelumnya mengungkapkan Ivon menerobos Istana karena hendak bertemu dengan Presiden Jokowi. (det/tit)




Berita Terkait