Berita Metro

Rabu, 20 Desember 2017  17:12

Pengecor Saluran Limbah PT Sekar Laut Ditahan

Pengecor Saluran Limbah PT Sekar Laut Ditahan
Rilis penangkapan tersangka kasus pengecoran saluran limbah PT Sekar Laut.

SIDOARJO (BM) - Pengecoran saluran limbah milik PT Sekar Group yang dilakukan oleh LSM Ganass (Gabungan Anak Sidoarjo Setia) beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo melakukan penindakan setelah menerima pelaporan dari pihak perusahaan.

Empat anggota LSM masing - masing Chamim Putra Ghafur warga hunian Kahuripan Nirwana Village (KNV) Jati Sidoarjo, H. Amak Junaidi warga Perumahan Puri Indah Suko Sidoarjo, Samian alias Gondrong warga Mojojejer Jombang dan Dwi Kurniawan alias Menyuk warga Tebel Barat Gedangan, bersama barang bukti berupa legalitas PT Sekar Group, empat bendera LSM Ganass, bukti percakapan melalui WhatsApp, seng dan sekop  diamankan petugas kepolisian.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji menyatakan, pihaknya telah melakukan penindakan tegas terhadap tindakan melawan hukum yang sudah dilakukan oleh tersangka berupa tindakan premanisme yang mengatasnamakan organisasi.

"Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam Operasi Sikat Semeru II 2017 yang berkaitan dengan curas, curat, sajam, narkotika dan premanisme," ungkap Himawan saat melakukan rilis di halaman Mapolresta Sidoarjo (20/12).

Lebih jauh dijelaskan Himawan, perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan para tersangka dimulai dengan perencanaan yang matang dengan melakukan beberapa kali rapat kordinasi dan akhirnya disepakati untuk melakukan sebuah tindakan yang dikemas dengan unjuk rasa. Sebuah perencanaan yang terstruktur hingga ada  inisiator,eksekutor dan penyandang dana.

"Saat unjuk rasa inilah mereka melakukan tindakan yang melanggar kepatutan yaitu dengan menutup dan mengecor saluran limbah perusahaan dan ini diluar kewenangannya. Bahkan hasil screen shoot dari  Media Sosial WhatsApp milik salah satu tersangka menyebutkan kalau mereka minta uang senilai Rp 300 Juta kepada perusahaan dan akan menghentikan pengecoran "paparnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyatakan, pihaknya menginginkan apabila ada permasalahan yang kurang baik mari diurus dengan cara yang baik dan bijak.  Penindakan yang sudah dilakukan oleh pihak kepolisian ini adalah upaya dalam  memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

"Apabila ada kepastian hukum di masyarakat, pastilah situasi akan kondusif,aman dan nyaman,"ucapnya.

Terkait keberadaan LSM Ganass, Kepala Bakesbangpol Sidoarjo Mulyawan mengatakan, setelah kejadian ini pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap keberadaan LSM di Sidoarjo. Saat ini ada 25 LSM yang terdaftar di Bakesbangpol.

"Dari dokumen yang ada LSM Ganass ini sudah terdaftar di Kemenkumham, namun kita akan cek lebih dalam lagi," jelasnya.

Danramil Sidoarjo kota Kapten Fahrudin mengungkapkan, pihaknya mendukung apa yang sudah dilakukan pihak kepolisian.

"Untuk penegakan hukum kita mendukung langkah yang sudah dilakukan Polresta Sidoarjo,"tandasnya

Terhadap empat tersangka diatas yang diduga keras melakukan tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan. dan atau mentransmisikan atau membuat dapat diakses informasi elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan pengancaman dan barang siapa yang dengan terang-terangan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan orang atau barang sebagaimana diatur dalam pasal 27 ayat (4) Jo pasal 45 ayat (4) UURI tentang ITE dan pasal 170 KUHP Jo pasal 55,56 KUHP diancam pidana penjara selama-lamanya 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan. (cls/med/tit)




Berita Terkait