Berita Metro

Selasa, 28 November 2017  21:12

OTT Anggota DPRD dan Pejabat Pemprov, 10 Orang Diamankan

OTT Anggota DPRD dan Pejabat Pemprov, 10 Orang Diamankan
Febri Diansyah

JAMBI (BM) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) anggota DPRD dan pejabat Pemprov Jambi, Selasa (28/11). KPK mengamankan 10 orang, dan barang bukti berupa uang senilai Rp 1 miliar yang diduga sebagai suap disita, dalam operasi tersebut.

Informasi penangkapan itu dibenarkan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah. "Benar ada kegiatan tim penindakan di lapangan. Tim disebar di Jambi dan Jakarta," ujar Febri.

Selain pejabat eksekutif dan legislatif, menurut Febri, petugas KPK juga menangkap pihak swasta. Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK menyita sejumlah uang yang diduga sebagai barang bukti suap.

"KPK juga mengamankan sejumlah uang. Tadi masih proses penghitungan. Tim masih di Polda Jambi. Uang yang kita hitung hingga kini lebih dari Rp 1 miliar," kata Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

"Dugaan penerimaan, diduga dilakukan di Jambi. Jadi sejumlah uang kita temukan, ditemukan di Jambi. Ada pula swasta di Jakarta dan di Jambi," ujarnya.

Dari sepuluh orang itu, tiga ditangkap di Jakarta dan sudah dibawa ke gedung KPK, sementara tujuh orang yang ditangkap di Jambi dibawa ke Jakarta pada Rabu (29/11).

"Yang diamankan di Jakarta sudah dibawa ke KPK. Kami ucapkan terima kasih kepada Polda Jambi. Sampai saat ini masih dilakukan klarifikasi awal," ujar Febri.

Febri menjelaskan, bahwa operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap dalam proses APBD Pemprov Jambi 2018.  "Diduga ada praktik pemberian dan penerimaan oleh penyelenggara negara setempat terkait dengan pembahasan dan proses APBD tahun 2018 di Jambi," kata Febri Diansyah di kantornya, Selasa (28/11/2017).

Namun Febri mengaku belum bisa menyampaikan secara spesifik. Sebab, dalam APBD ada proses penyusunan, pembahasan, hingga pengesahan.

"Kami tentu belum bisa sampaikan bagian mana yang dipengaruhi terkait pemberian sejumlah uang ini," ujarnya.

"Intinya, ada dugaan pemberian sejumlah uang kepada penyelenggara negara terkait dengan proses APBD 2018," imbuhnya.

Tim KPK masih melakukan pemeriksaan awal terhadap 10 orang yang diamankan. KPK punya waktu 24 jam untuk menentukan status hukumnya.

"Tentu tim terlebih dahulu harus melakukan proses awal. Kita punya waktu sekitar 24 jam sampai penentuan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut," tuturnya.

Berdasarkan pantauan di Mapolda Jambi, Asisten III Setda Provinsi Jambi, H Saipuddin terlihat dibawa oleh petugas masuk ke dalam ruangan. Namun belum ada konfirmasi resmi terkait keterlibatan Asisten III Setda Provinsi Jambi tersebut.

Selain Asisten III Setda Provinsi Jambi, petugas juga menggiring anggota DPRD Provinsi Jambi masuk ke ruangan yang sama. Sayangnya, baik Saipuddin maupun anggota DPRD saat dimintai tanggapan terkait keberadaanya di Mapolda Jambi, belum bersedia berkomentar.

Sementara itu, Karo Humas dan Protokoler Setda Provinsi Jambi, Johansyah saat dikonfirmasi belum mengetahui terkait dugaan OTT KPK terhadap oknum pejabat Pemprov ini.

"Terkait informasi ini kita belum mengetahuinya secara pasti. Kita akan pastikan dulu apakah informasi ini benar atau tidak," ujar Johansyah, Selasa (28/11/2017).

Sebelumnya, terkait OTT KPK ini sudah dibenarkan oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, Cornelis Buston yang mengatakan informasi tersebut benar adanya. "terkait adanya OTT KPK, barusan mendapat info dari Kapolda Jambi," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Syahbandar membenarkan empat anggota dewan Provinsi Jambi ditangkap KPK. Mereka dikabarkan tengah menjalani pemeriksaan di gedung Polda Jambi, Selasa (28/11/2017).

Mereka yang ditangkap antara lain tiga orang dari anggota dewan dan seorang dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jambi.

"Saya lagi di Kerinci. Kabarnya memang ada yang ketangkap. Ada tiga orang dari dewan dan satu orang dari instansi luar," ujarnya.

Syahbandar mengatakan, anggota dewan yang terkena OTT Jambi, yaitu Wiwid Ishawara, Supriyono dan satu orang lagi dia belum mengetahui.

"Yang jelas itu anggota Banggar semua," tutupnya. (det/kom/tri/tit)




Berita Terkait