Berita Metro

Rabu, 26 November 2017  18:45

Kasus Novel , Polisi Terima 290 Telepon dari Masyarakat

Kasus Novel , Polisi Terima 290 Telepon dari Masyarakat
Ketua KPK Agus Rahardjo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menunjukkan sketsa penyerang Novel Baswedan, Jumat (24/11)
JAKARTA (BM) — Polda Metro Jaya telah merilis sketsa dua wajah orang yang diduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Polisi meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan orang yang memiliki kemiripan dengan sketsa itu untuk menghubungi nomor telepon 081398844474.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, sejak sketsa tersebut dirilis, ratusan masyarakat telah menghubungi nomor hotline tersebut.

"Ada 290 telepon masuk," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (26/11/2017).

Argo menambahkan, dari ratusan telepon tersebut belum ada informasi signifikan mengenai keberadaan dua orang dalam sketsa yang dirilis.

"Ada yang menawarkan, paranormal juga ada, ada juga yang ngetes aja nomornya benar atau tidak di situ. Rata-rata hanya ngetes semua," kata Argo.

Menurut Argo, sejauh ini pihaknya belum mengamankan seseorang yang wajahnya mirip dengan sketsa yang telah dirilis.

Sketsa tersebut hasil kerja dari tim Australian Federal Police (AFP) dan Pusat Inafis Mabes Polri. Mereka menganalisis berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi penyiraman Novel. Selain itu, keterangan saksi mata juga dianalisis polisi.

Ciri Mr X yang pertama yakni laki-laki berusia kurang lebih 40 tahun, suku bangsa Indonesia, memiliki tinggi kurang lebih 170 cm.

Pria tersebut digambarkan memiliki bentuk muka bulat, bentuk dagu berat, rambut hitam, hidung bulat besar, postur badan kekar, kulit sawo matang agak gelap. Informasi lain, dia memakai sweater warna abu-abu.

Saksi yang melihat pelaku menyatakan bahwa gambar ini punya kemiripan 90 persen dengan orang yang disebutkan ciri-cirinya.

Kemudian, ciri-ciri Mr X kedua yakni laki-laki berusia sekitar 35 tahun, suku bangsa Indonesia, memiliki tinggi kurang lebih 173 cm, muka oval, dagu tajam, rambut hitam lurus bergelombang panjang seleher, hidung lurus, postur badan ramping atletis, dan kulit sawo matang terang.

Informasi lain, dia memakai jaket warna hijau tua lengan warna terang.

Kedua ciri-ciri itu merupakan hasil rekonstruksi wajah dua orang yang diduga terlibat penyerangan Novel.

Dengan mengungkap ciri-ciri tersebut, polisi berharap masyarakat membantu jika mengetahui tentang orang yang diduga pelaku.

Sketsa tersebut dirilis Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Seperti diketahui, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai menjalankan shalat Subuh di masjid dekat rumahnya, pada 11 April 2017 lalu.

Luka parah pada kedua mata Novel akibat siraman air keras tak cukup ditangani di Indonesia. Sejak 12 April 2017, Novel mendapatkan perawatan mata di sebuah rumah sakit di Singapura.

Kepolisian disorot publik lantaran belum mampu mengungkap kasus tersebut. Publik mengaitkan kasus tersebut dengan pengusutan kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK.

Pada awal November lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan akan memanggil Kapolri untuk menanyakan perkembangan penyelidikan.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sebelumnya juga pernah merilis sketsa wajah orang yang diduga pelaku.

Ciri-ciri pelaku, yakni tinggi badan antara 167 cm sampai 170 cm, kulit agak hitam, rambut keriting dan badan ramping.

Foto dan ciri-ciri tersebut diungkapkan Tito dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan pada akhir Juli 2017 lalu.

Kapolri menjelaskan, wajah sketsa tersebut berdasarkan gambaran dari saksi yang melihat orang mencurigakan sebelum kejadian. Kualitas sketsa tersebut dinilai baik sekali atau mendekati wajah yang dilihat oleh saksi. (kom/det/tit)




Berita Terkait