Berita Metro

Selasa, 09 Januari 2018  19:46

Dipolisikan, Joshua Minta Bantuan Hukum ke LBH Ansor

Dipolisikan, Joshua Minta Bantuan Hukum ke LBH Ansor

Jakarta (BM) - Komika Joshua Suherman dan Ge Pamungkas Senin (8/1) malam mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum GP Ansor. Keduanya datang bersilaturahmi dan meminta bantuan hukum atas kasus tuduhan SARA.

"Mereka intinya, selain silaturahmi, menyampaikan beberapa masalah yang mereka rasakan akhir-akhir ini yang dianggap menyinggung agama. Dan mereka meminta tanggapan," ujar Direktur Advokasi dan Litigasi LBH GP Ansor, Achmad Budi Prayoga, kepada detikcom, Selasa (9/1/2018).

Menanggapi keluhan Joshua dan Ge Pamungkas, Achmad menilai materi komika yang disampaikan keduanya sama sekali tidak menyinggung suatu ajaran agama. Materi komika dinilai hanya membahas nama orang.

"Materi komika mereka sama sekali tidak menyinggung suatu ajaran agama. Kalau membahas nama orang, itu biasa dalam komika, ini masalah selera humor," katanya.

Untuk itu, LBH GP Ansor siap memediasi Joshua dan Ge Pamungkas dengan pihak yang tersinggung terhadap materi komika yang disampaikan. Namun Achmad meminta pihak yang tersinggung agar lebih dahulu mengklarifikasi materi yang dianggap bermotif SARA.

"GP Ansor melalui LBH Ansor akan mendampingi Joshua dan Ge, mendampingi seluruh proses mediasi dan proses hukumnya," katanya.

"Silakan, yang bermasalah dengan Joshua, mediasi dan bertemu supaya mereka bisa mengklarifikasi. Selama ini belum bisa ditemui. Kita harus hindari kasus-kasus diarahkan ke sentimen SARA, kita harus hindari," imbuh kuasa hukum Joshua dan Ge Pamungkas ini.

 

Sah-sah Saja

Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) menganggap pertemuan komika Joshua Suherman dengan LBH GP Ansor sebagai hal yang biasa. FUIB ingin proses hukum terus dijalani.

"Saya kira hak setiap orang untuk meminta bantuan hukum. Baik ke LBH atau GP Ansor, menurut saya itu sah-sah saja. Jadi yang paling penting semua dengan proses hukum. Kami ikut proses hukum, dia datang ke GP Ansor ya kami hormati sebagai, saya kira nggak ada masalah," kata pengacara Ketum FUIB, Dedy Suhardadi, di Gedung KKP, Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Selasa (9/1/2018).

Dedy mengaku belum mendapatkan informasi hasil pertemuan Joshua dengan LBH GP Ansor. Tetapi, Dedy kecewa Joshua menjadikan agama sebagai bahan lawakan.

"Saya kira siapapun yang bukan beragama muslim ketika ajaran agamanya dilecehkan atau dijadikan olok-olokkan bahan candaan akan marah. Jadi penekanan sekali lagi adalah sekali tolong masih banyak lawakan yang lain yang tidak berasal dari kaitan dengan agama," ujar Rahmat.

Seperti diketahui. komika Joshua Suherman dipolisikan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB). Joshua dianggap menistakan agama karena materi lawakan yang dibawakannya.

Pelaporan itu dilakukan Ketua Umum FUIB, Rahmat Himran yang tiba di Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018) Pukul 13.45 WIB. Rahmat datang bersama sekitar tiga orang rekannya.

"Kedatangan kami ke sini untuk melaporkan di Bareskrim secara resmi agar dapat di proses lebih lanjut. Stand up komedi Joshua Suherman melakukan pelecehan, penghinaan, bahkan telah melakukan pelecehan terhadap agama Islam," kata Rahmat kepada wartawan di lokasi.

Rahmat mengatakan ada dua kalimat Joshua yang dianggap bermuatan ujaran kebencian dan menista agama.

"Yaitu membanding-bandingkan Anissa Cherrybelle dengan Cherry. Dimana dia katakan ternyata dia dapat jawaban kenapa Anissa lebih unggul yaitu karena Anissa muslim, Islam," ucap Rahmat.

"Kedua dia kemudian membandingkan Islam dengan mayoritas-mayoritas yang tidak dapat dikalahkan sehingga memunculkan isu SARA dalam hal ini," sambung Rahmat.

Rahmat mengatakan telah menyerahkan sejumlah barang bukti. Adapun barang bukti itu adalab video dan sejumlah bukti kecaman netizen di media sosial.

Laporan ini diterima Bareskrim dengan nomor polisi TBL /22/II/2018/Bareskrim tertanggal 9 Januari 2018. Joshua diduga telah melakukan tindak pidana penistaan agama sebagaimana dalam UU ITE Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 156 KUHP. (det/tit)




Berita Terkait