Berita Metro

Jumat, 03 Desember 2017  17:33

Buron 5 Hari, Pembunuh Pedagang Didor

Buron 5 Hari, Pembunuh Pedagang Didor
Setreskrim Polresta Sidoarjo menggelar jumpa pers terkait penangkapan pembunuh pedagang di Sidoarjo.

SIDOARJO (BM) - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo akhirnya berhasil membekuk Tulam (44), salah satu pembunuh Pedagang ayam Pasar Porong setelah sempat buron 5 hari usai membacok korbannya hingga tewas.

Korban adalah Didik Murtadlo (51) warga RT 14 RW 03 Desa Glagaharum Porong yang saat kejadian sedang melintas naik motor bersama isterinya Istiningsih di jalan desa Pejarakan Jabon Sidoarjo, Kamis (23/11).

Tulam (44) warga Desa Kraton kecamatan Kencong Jember ini tidak berdaya saat Tim Reskrim Polresta Sidoarjo menangkap pria yang kesehariannya menjual buah di pasar Porong ini dirumahnya. Sedangkan tersangka AF alias Unyil satu pelaku lainnya masih buron belum tertangkap.

Dijelaskan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, Ide untuk melakukan perampasan ini adalah Tersangka Tulam, karena yang bersangkutan sebelumnya sudah melakukan pemantauan terhadap kebiasaan korban.

"Jadwal maupun rute yang dilalui korban sudah dipantau oleh tersangka ini, yang sebelumnya melakukan pemantauan selama tiga hari," jelas Himawan saat rilis tersangka di halaman kantor  Satreskrim Polresta Sidoarjo,, Minggu (3/12).

Ditambahkan Himawan, usai menguntit dari belakang, pasutri itu kemudian dipepet lalu motor korban jenis Honda Mega Pro Nopol W 3974 SF ditendang hingga kedua korban terjatuh.

"Saat melindungi isteri dan mempertahankan tas berisi uang senilai Rp 90 juta, korban langsung disabet dengan clurit dibagian punggungnya hingga meninggal dunia," ungkap Himawan.

Akibat tikaman itu, korban Didik Murtadho (51) meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan istri Istiningsih (45) berhasil selamat, hanya mengalami luka di kepala.

"Uang Rp 90 juta yang dibawa korban dirampas oleh tersangka, " terang Himawan.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 3 juta yang ada di pelaku dan Rp 20 juta yang ada di rekening pelaku.

"Dari Rp 90 juta itu, Rp 16 juta dibagikan ke rekannya yang DPO yaitu atas nama Unyil alias Ahmad Fauzi," ungkap Kapolresta.

Usai beraksi, lanjut Himawan  keduanya menghilangkan jejak dengan pulang kampung. Saat keberadaanya diketahui akan dilakukan penangkapan yang dipimpin Kanit Pidum Iptu Hafidz Dian Maulidy, pelaku Tulam melakukan perlawanan dan membahayakan anggota.

"Tersangka Tulam terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas kedua kakinya karena melawan petugas saat akan ditangkap. Untuk DPO Unyil saat ini juga masih dikejar oleh anggota," tegasnya.

Masih kata Kapolresta Sidoarjo, uang dan HP hasil rampasan dari korban itu dibagi berdua.

Menurut Himawan, antara korban dan pelaku sudah saling mengenal. Karena pelaku kesehariannya berjualan pepaya di Pasar Baru Porong. Sedangkan korban berjualan ayam.

"Pelaku memang sudah merencanakan aksinya selama 3 hari. Uang yang dibawa korban merupakan uang arisan, karena korban pengepul arisan di pasar," tambah Himawan.

Dari pengungkapan kasus ini, anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo mengamankan barang bukti sebilah clurit, uang tunai Rp 18 juta sisa hasil perampasan milik tersangka Tulam, HP merk Leagoo warna pink dan motor Hpnda Beat Nopol N 2669 UG yang dibuat sarana pelaku merampas kedua korban. Karena perbuatannya tersangka akan dijerat dengan Pasal 365 tentang pembunuhan berencana yang ancamannya penjara 20 tahun sampai dengan hukuman mati.(cls/tit)




Berita Terkait