Berita Metro

Rabu, 20 Desember 2017  17:19

Bareskrim Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Green Lake

Bareskrim Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Green Lake
Polisi mengawal tersangka kasus narkotika di Apartemen Green Lake Sunter, Jakarta Utara.
JAKARTA (BM) - Tim Satgas 1 Dittipid Narkoba Bareskrim Polri mengungkap adanya sindikat dan pabrik narkoba di Apartemen Green Lake Sunter Northern Park, Jakarta Utara. Penyingkapan kasus itu berawal dari aduan warga.

Polisi lakukan penyelidikan selama sebulan dan menggerebek tempat itu pada Senin (18/12/3/2017) lalu. Saat itu polisi menemukan sebuah pabrik sabu dan ekstasi di lantai 16BJ.

"Kami tangkap tersangka berturut-turut sejak tanggal 18/12/2017 lalu. Pertama tersangka Angel, kemudian pacaranya Cacing, lalu ada tersangka Bule dan HLR," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto di ruang keamanan Apartemen Green Lake Northern, Sunter, Rabu (20/12/2017).

Dia mengatakan di lantai 16 apartemen itu, polisi menemukan sabu 7 kg, peralatan home industri ekstasi kapsul, 6.000 butir happy five, 976 gram ketamine, dan 4 bungkus kapsul kosong. Ada pula 4 buah cetakan kapsul ekstasi, 760 gram serbuk ekstasi, pipet, timbangan digital, dan lem tembak.

Modus yang dilakukan pelaku adalah memasukkan kapsul-kapsul narkotika ke dalam bungkus minuman kemasan.

"Jadi mereka meracik ekstasinya sesuai pesanan. Lalu dimasukan ke dalam kapsul. Nanti ditempatkan ke dalam bungkus minuman, seperti Teh Kotak, lalu dilem. Mereka kemudian menyuruh kurir untuk meletakkan pesanan tersebut di suatu tempat agar nanti diambil kurir lain. Ini yang disebut sel terputus," ucap Eko.

Empat tersangka dalam kasus itu berinisial AGM, KVL, HLR, dan AS. Mereka diancam dengan beberapa pasal narkotika seperti pasal 113 ayat 2 JO Pasal 132 ayat 1 dan pasal 114 ayat 2 JO pasal 132 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun serta denda paling sedikit Rp 1 miliar sampai maksimal Rp 10 miliar.

"Penangkapan ini sesuai intruksi Kapolri untuk terus mengamankan kondisi terutama jelang Natal dan Tahun Baru. Ini adalah keberhasilan Tim Satgas 1 Bareskrim Polri. Ini langkah yang tidak akan pernah usai untuk menegakkan hukum terutama terhadap narkotika," kata Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri, Brigjen Muhammad Iqbal, pada kesempatan yang sama.

 

Gandeng BPOM

Mabes Polri akan menggandeng Balai Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM) untuk mencegah jual beli alat medis. Direktur Tindak Pidana Narkoba Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, alat medis kerap disalahgunakan untuk produksi narkoba.

Hal ini berkaca pada pengungkapan pabrik narkotika di Apartemen Green Lake, Jakarta Utara. Polisi menyita barang bukti berupa alat medis dari pelaku, antara lain pipet, kapsul, serta cetakan untuk memproduksi ekstasi kapsul.

"Kami saat ini terus jajaki kerja sama dengan BPOM, termasuk yang kita lihat di sini ada pipet, ini peralatan kesehatan," ucap Eko saat konferensi pers di Apartemen Green Lake, Rabu (20/12/2017).

Eko berharap, kerja sama ini nantinya dapat mendeteksi secara dini sindikat yang akan memproduksi narkoba.

Selama ini, pihak kepolisian kesulitan mengatasi jual beli peralatan medis, karena bukan ranahnya. "Yang jelas nanti dengan kerja sama tersebut, kami bisa mengantisipasi ke depannya," ujar Eko. (kom/tit)




Berita Terkait