Berita Metro

Senin, 27 November 2017  18:35

14 Murid Jadi Korban, Polisi Kejar Guru Debus

14 Murid Jadi Korban, Polisi Kejar Guru Debus
Polisi menjenguk korban terkena air keras.

TANGERANG (BM) - Polisi mengejar guru ilmu kebal atau debus yang mencelakakan 14 warga Desa Rawa Kopi, Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Banten, Kamis (23/11/2017) lalu.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, setelah mendapatkan laporan adanya korban dalam praktik ilmu kebal tersebut, petugas langsung diterjunkan untuk mendatangi lokasi dan mencari tahu keberadaan guru ilmu kebal yang ternyata telah melarikan diri.

Polisi, kata Harry, telah menggeledah sebuah rumah kontrakan di Desa Rawa Kopi yang dijadikan tempat tes ilmu kebal. Polisi juga telah meminta keterangan 14 orang korban dan telah mengantongi ciri-ciri guru debus tersebut.

"Sudah diperintahkan untuk menangkap guru debus yang telah mencelakakan para muridnya," ujar Harry, Senin (27/11/2017).

Harry mengatakan, dari keterangan para korban, guru tersebut meminta 14 muridnya untuk mencuci tangan di dalam rendaman air keras untuk mengetes ilmu yang telah dipelajari selama sepekan.

Rasa sakit akibat air keras baru dirasakan sekitar satu jam setelah mencuci tangan di air keras. Sebanyak 14 orang itu kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang oleh warga sekitar.

"Satu jam kemudian mereka merasakan sakit yang luar biasa karena tangan-tangan mereka seperti terbakar sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan," kata Harry.

Debus sejatinya merupakan kesenian bela diri dari Banten yang mempertunjukkan kemampuan, seperti kebal terhadap senjata tajam atau api, atau mampu minum air keras.

Sebanyak 5 orang murid debus yang terluka akibat air keras saat latihan di Tangerang masih dirawat di rumah sakit. Dua korban lain yang juga sempat dirawat telah diizinkan pulang.

"Tinggal 5 orang yang masih dirawat di RS Mitra Husada Teluknaga. Sementara 2 orang pasien lainnya sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit," kata Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan dalam keterangannya, Senin (27/11/2017).

Polisi juga telah mendatangi para korban yang masih dirawat, termasuk lokasi latihan debus yang terletak di Desa Rawa Kopi, Kabupaten Tangera.

"Selain menjenguk para korban, Kapolres juga melakukan cek TKP, di salah satu Rumah Kontrakan yang berlokasi di Desa Rawa Kopi, Pakuhaji Kabupaten Tangerang," kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang, Kompol Triyani.

Triyani mengatakan latihan debus itu dilakukan di kontrakan tersebut. Di sana mereka mencuci tangan menggunakan air keras.

"Di tempat inilah di mana para muridnya dites kekebalannya oleh sang guru untuk mencuci tangannya ke dalam cairan kimia atau air keras," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, 14 orang mengalami luka di bagian tangan setelah latihan debus pada Kamis (23/11) lalu. Selang sehari, 7 orang dibawa ke rumah sakit.

Para korban mengalami luka melepuh di pergelangan dan telapak tangan. Sedangkan guru debus saat ini masih dicari polisi. (kom/tit)




Berita Terkait