Berita Metro

Kamis, 10 Mei 2018  19:17

Usai Dilantik, MWCNU Bungah Siapkan Program

Usai Dilantik, MWCNU Bungah Siapkan Program
KH HM Ali Murtadlo (pegang Tongkat) dan KH Ahmad Zainuri saat dilantik

GRESIK(BM)- Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Gresik, akhirnya resmi melantik Pengurus MWC-NU Kecamatan Bungah, masa khidmat 2018-2022 di Dusun Pereng Kulon Desa Melirang Kecamatan Bungah pada Kamis kemarin(10/5/18).Pelantikan yang dibacakan  KH Usmuni Azhari selaku Wakil Rois Suriah PCNU Gresik  mengukuhkan,  KH HM Ali Murtadlo menjadi Ketua Tanfidziyah , sedang Rois Syuriah dijabat Pengasuh Pondok Pesantren Al-Miftah, KH Ahmad Zainuri.

Usai dilantik KH Ahmad Zainuri, mengatakan, sejumlah program kerja untuk kemanfaatan umat sudah dirancang. diantaranya dibidang kesehatan. pihaknya akan memperbaiki pelayanan rumah Sakit Islam (RSI) Al Maborrot milik MWC-NU Bungah. meliputi penataan menjemen, penambahan dokter sampai  pengobatan gratis ke Desa-desa.

Selain program kesehatan, MWC-NU Bungah juga akan mengembangkan beberapa unit usaha yang sudah berjalan yaitu Pengembangan Kelompok Bimbingan Haji (KBIH) dengan  pelayanan modern. Kemudian, Program kerja dibidang pemberdayaan ekonomi, Lanjut Kiai Muda ini, diantaranya, pemberian kursus atau pelatihan wirausaha di Desa -Desa bekerjasama dengan dinas terkait dan menggalakkan program sedakah yang diberi nama Sedekah sedino sewu  . Sedang dibidang keamanan, MWC-NU Bungah telah menjalin komunikasi dengan aparat kepolisian untuk menanggulangi tindak kriminalitas seperti, penyalahgunaan narkoba, tindak asusila dan bentuk kejahatan yang lain.
“ Insya Allah untuk tahun ini MWC Bungah membuat beberapa gebrakan. ada pengobatan gratis. Untuk KBIH-nya sudah meningkat drastis. Program ekonomi masyarakat ada sedekah sedino sewu, peng-kursus-an ada penataan kemasjid-an (menejemen-red), ada kerjasama dengan aparat untuk mencegah kriminalitas,”bebernya.

Selain itu, Ia berharap pada pengurus yang baru, untuk selalu keliling ke Desa-Desa untuk memberi pemahaman Ke-NU-an(Keaswajaan) sebagai cara membendung penyebaran paham baru yang selama ini dianggap mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
" Pengurus ini (MWC Bungah-red) terlihat kompak. Nantinya kita melaksanakan keliling Desa untuk memberi pengarahan khususnya memberi pemahaman ke-NU-an. Karena banyak bermunculan aliran-aliran tidak cinta negaranya sendiri. Insya Allah MWCNU Bungah paling aman," pungkasnya. (Ron)




Berita Terkait