Berita Metro

Rabu, 01 November 2017  06:13

Ratusan Perusahaan Tunggak BPJS Ketenagakerjaan

Ratusan Perusahaan Tunggak BPJS Ketenagakerjaan
Sejumlah perusahaan yang menunggak

Gresik(BM)-Sebanyak 422 perusahaan di Kabupaten Gresik, menunggak pembayaran hak pegawainya di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Gresik, dari total sekitar 2.554 perusahaan yang terdaftar. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Bhakti Mahendraputra di Gresik, mengatakan nilai tunggakan ratusan perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp20 miliar.

"Kami telah mengirimkan surat peringatan ke ratusan perusahaan tersebut dan masih menunggu jawaban. Ini sedang kita proses (penagihannya)," kata Mahendraputra. Dikatakan, prosedur yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan tetap sama, yakni mengirimkan surat peringatan ke pihak perusahaan dan apabila tidak digubris, Kejaksaan Negeri Gresik akan melakukan eksekusi.

"Kami juga melakukan kerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)," ujarnya. Mahendraputra mengatakan, adanya tunggakan perusahaan bisa berakibat pada hak Jaminan Hari Tua (JHT) para pegawai, yang nilainya akan terus mengecil. 

Sementara, Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik, Darmawan Basuki mengatakan, total kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Gresik untuk penerima upah (PU) sebanyak 116.802 peserta, sedangkan peserta bukan penerima upah sebanyak 16.483 peserta.

"Potensi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik masih tinggi. Sebab ada 800 perusahaan yang belum terdaftar. Data itu, berdasarkan informasi dari kantor pelayanan pajak (KPP) maupun Disnaker Gresik. Tapi, kami masih melakukan verifikasi atas data itu," kata Darmawan. Terkait klaim, pihaknya menyebutkan, klaim kecelakaan kerja sebanyak 3.072 kasus dengan nilai sebesar Rp13,355 miliar hingga Oktober 2017. Sementara Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 10.622 jiwa dengan klaim sebesar Rp93.660 miliar dan JKM (jaminan kematian) ada 143 kasus dengan nilai kalim sebesar Rp4.161 miliar. "Khusus jaminan pensiun (JP) sebanyak 812 klaim dengan nominal sebesar Rp 1, 108 milyar," katanya.(ger/dra)



Berita Terkait