Berita Metro

Selasa, 21 November 2017  23:09

Pelesir Pejabat ke Malaysia Disorot

Pelesir Pejabat ke Malaysia Disorot
Sejumlah pejabat tampat bersua

Gresik(BM)-Kini warga gresik dihebohkan dengan adanya kabar kepergian secara ramai-ramai Bupati Sambari beserta Wabup Moh. Qosim dan ratusan pejabat teras Pemkab Gresik ke negeri Jiran Malaysia. Bahkan kabar ini menjadi santer dalam perbincangan di warung kopi, hingga viral di social media. Kepergian orang nomor satu di kota Pudak beserta ratusan pejabat teras ini, terjadi pada saat situasi keuangan pemerintah sedang tidak sehat.

Sehingga kegiatan ini menjadi pusat perhatian warga Gresik . Bahkan sejak keberangkatnya ke Malaysia, foto selfi bupati dan para pejabat ini beredar luas di social media via whatshapp. Di antaranya mulai dari lobi bandara Juanda hingga tiba di bandara Malasyia.Terlihat pada foto-foto yang beredar, bupati dan anak buahnya mengumbar foto selfi dan terlihat bersenang-senang. Ada juga foto selfie pejabat di ruang hotel usai makan dan minum dengan gaya tos bersama. Sejumlah Staf, Sekpri Sekda, Sekpri Bupati, Sekpri Wabup Gresik dan Sekri Disnaker juga terlihat asyik foto yang sengaja diposting di medsos. Mejeng dengan background gedung kembar Petronas Malaysia.

Namun Pemkab Gresik mengklaim biaya keberangkatan ditanggung sendiri-sendiri oleh yang ikut, namun uang sebanyak Rp 660 juta tidaklah sedikit. Sebagian masyarakat menamai biaya “Pelesir” jelang akhir tahun yang identik dengan “menghabiskan anggaran”. Sementara yang lain menilai sebagai bentuk kegiatan yang tidak selayaknya. Bagaimana tidak, selain Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda, tercatat lebih dari seratus orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai eselon II, Kepala Dinas, 18 orang camat, beberapa direktur BUMD hingga sekelas staf ikut dalam rombongan ini.

Informasi yang dihimpun, rombongan pertama berjumlah sekitar 85 orang. Menggunakan pesawat Malaysia Air Line tujuan Surabaya – Kuala Lumpur. Sedangkan rombongan lain, sebanyak 35 orang terlebih dahulu menuju Medan menggunakan pesawat Lion Air, baru kemudian bertolak menyusul rombongan ke Malayasia.

“Harga ticket per orang tidak sama. Untuk Bupati – Wabup Gresik dan pejabat teras harganya lebih mahal. Sedangkan untuk para staf, harga tiketnya Rp 5,5 juta per orang, sudah inklud hotel penginapan selama di Malaysia,” jelas Iffaf, karyawan bagian pelayanan ticket PT. Arifin Sidayu, yang menangani keberangkatan para pejabat Gresik ini PP. Sejumlah anggota dewan mengecam dan menyayangkan kegiatan yang dinilai tidak populis ini. Karena, kepergian seluruh pejabat teras kota Pudak ke Malaysia ini dinilai sebagai pemborosan dan menghambur-hamburkan uang. Apalagi saat ini APBD 2017 Kabupaten Gresik dalam kondisi kritis terseok-seok akibat pemerintah tidak mampu mencapai target pendapatan. Sehingga banyak program anggaran terpaksa dikepras habis.(ger/dra)




Berita Terkait