Berita Metro

Rabu, 11 April 2018  17:18

Hari Kedua, Transaksi di IAF Tembus US$ 499 Juta

Hari Kedua, Transaksi di IAF Tembus US$ 499 Juta

Jakarta (BM) - Indonesia Africa Forum (IAF) menghasilkan transaksi mencapai US$ 500 juta di hari kedua. Transaksi tersebut diperoleh dari kerja sama perusahaan Indonesia dengan negara-negara Afrika.

"Dalam dua hari ini ada tambahan hampir US$ 500 juta lagi transaksi langsung. Jadi dari awalnya US$ 586 juta, kemudian tambah lagi US$ 499.24 juta. Saya lagi upayakan betul supaya ini bulat jadi US$ 500 juta. Itu bisnis deal langsung yang," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam Indonesia Africa Forum di Kabupaten Badung, Rabu (11/4/2018).

Enggar menuturkan kerja sama didapat dari berbagai Negara Afrika. Menurutnya, Indonesia Africa Forum membawa dampak positif bagi kerja sama bidang ekonomi di Indonesia dan Afrika.

"Dubes Mesir misalnya sudah tawarkan menindaklanjuti perjanjian dan kerja sama dengan Mesir. Jadi kegiatan ini konkrit kami rasakan, kami juga undang mereka untuk trade expo. Apalagi lihat seperti ini mereka janji untuk datang dan bawa delegasi bisnis untuk hadir," terangnya.

Nilai transaksi US$ 500 juta tercapai dengan diadakannya kesepakatan investor-investor Indonesia dengan pemerintah Afrika. Pihak-pihak yang mendapatkan investasi dalam forum tersebut di antaranya adalah perusahaan Indonesia yang menjalin kerja dengan perusahaan Afrika adalah Indonesia Eximbank dan The African Export-Import Bank, Indonesia Eximbank dan Standard Chartered Bank, Indonesia Eximbank dan Commerzbank, PT Dirgantara Indonesia dan AD Trade Belgium, PT PAL Indonesia dan AD Trade Belgium, PT WIKA, Indonesia Eximbank, dan Chief of Cabinet of Republic of Niger, PT Timah dan Topwide Ventures, PT Sri Rejeki Isman (Sritex) dan Amirci Commercial Services, GMF Aero Asia dan Ethiopian Airlines, PT Perusahaan Perniagaan Internasional dan Madaranch Madagascar.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan akan mengadakan forum yang lebih spesifik untuk membahas infrastruktur dalam Indonesia Africa Infrastrucutre Dialogue di tahun 2019. Retno mengatakan akan dibentuk tim khusus yang menangani kerja sama ekonomi Indonesia dan Afrika.

"Akan dibentuk task force yang akan terdiri dari berbagai macam perwakilan. Juga ada ada private sector yang tugasnya nanti memetakan kebijakan terkait kerja sama dengan Afrika," sebutnya.

Retno mengatakan perusahaan Indonesia yang menonjol dalam Indonesia Africa Forum adalah PT Wika yang telah berinvestasi di 13 negara di Afrika. Pada forum ini, PT Dirgantara Indonesia juga berhasil menjual tiga pesawat terbang.

"Forum ini menunjukkan diplomasi ekonomi yang kita lakukan di Afrika," terangnya.

Pendapat serupa juga diungkapkan Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri RI Daniel Tumpal Simanjuntak. Daniel menegaskan Indonesia Africa Forum akan menguntungkan masing-masing pihak yang terlibat.

"Ini adalah win-win karena kita Indonesia juga butuh negara Afrika, untuk impor bahan baku juga," sebutnya.

Indonesia Africa Forum adalah forum kerja sama multilateral antara Indonesia dengan negara-negara Afrika. Dalam forum tersebut, Kementerian Luar Negeri menggandeng Kementerian Perdagangan menjembatani investor dari Indonesia melakukan melakukan pameran produk serta melakukan pertemuan untuk membahas kerja sama ekonomi. (dft/tit)




Berita Terkait