Berita Metro

Rabu, 14 Juni 2017  09:18

Mencari Pemimpin Jatim

Mencari Pemimpin Jatim
Risma, Gus Ipul dan Khofifah,
Beberapa hari ini, iklim politik terkait Pemilihan Gubernur Jawa Timur semakin menggeliat. Sejumlah Partai Politik dan kelompok masyarakat telah terang-terangan memberikan dukungan kepada masing-masing jagonya. Beberapa nama kandidat calon gubernur Jawa Timur yang muncul di antaranya Wagub Jatim Syaifulah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Masih ada sederet nama yang lain.

Pemunculan kandidat tersebut juga telah diikuti dengan survei oleh lembaga peneliti independen, maupun oleh internal partai.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah menyatakan dengan tegas, akan mengusung Gus Ipul sebagai calon gubernur. Hal itu dilakukan, setelah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ‘turun gunung’, melakukan serangkaian kunjungan dan komunikasi politik dengan 1000 Kyai di Jawa Timur.

Sementara itu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang merupakan partai dengan kontituen terbesar ke 2 di Jawa Timur setelah PKB, tengah melakukan penjaringan calon gubernur.

Di luar dua parti besar tersebut, Partai Gerindra, PAN, PKS, Partai Demokrat, Golkar dan PPP, tak ketinggalan. Juga telah mencari calon gubernur yang tepat, menunggu hasil penelitian/survei internal, ataupun melakukan komunikasi politik antar parpol,  dan kelompok masyarakat.

Dari perkembangan terkini, nama-nama cagub memang cukup menonjol diperankan 3 tokoh yang tak asing lagi, yaitu Gus Ipul, Khofifah, dan Risma. Dukungan dan dorongan partai maupun kelompok masyarakat begitu kental. Mudah-mudahan, situasi yang sangat kondusif seiring dengan persaingan para kandidat menjelang Pilgub Jatim ini dapat dipertahankan.
Yang cukup menarik untuk dicermati, di luar penjaringan calon gubernur tersebut, adalah siapa yang bakal muncul sebagai sosok wakil gubernur? Siapa bakal mendampingi Gus Ipul, yang mendampingi Khofifah, atau mendampingi Risma, bila para kandidat calon gubernur tersebut benar-benar maju Pilkada.

Memang, di level wakil gubernur ini, ada sejumlah nama yang mulai muncul, meski masih samar-samar, dan tidak sederas dorongan untuk pencalonan gubernur. Nama-nama yang muncul di antaranya adalah Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Bupati Trenggalek Emir Dardak, Bupati Bojonegoro Suyoto, mantan bupati Probolinggo Hasan Aminuddin, dan politikus Partai Golkar Ridwan Hisjam.
Dari nama-nama itu, kiranya belum banyak yang bisa memberikan gambaran jelas kepada masyarakat luas di Jawa Timur. Entah siapa yang bakal menggandeng mereka, serta siapa yang mempromosikan atau mendorong mereka untuk segera terang-terangan siap mencalonkan diri, bertarung di Pilkada Jatim 2018 mendatang.

Adalah PDIP Banyuwangi, beberapa hari lalu mendorong Bupati Azwar Anas untuk maju ke Pilkada Jatim.
Tak dipungkiri nama-nama yang muncul sebagai cawagub Jatim yang tersebut di atas, memiliki prestasi yang cukup menonjol, dengan kelemahan dan kelebihan masing-masing. Namun keberanian Azwar Anas tampil ke publik melalui berbagai media, merupakan nilai plus.

Dan semestinya, beberapa kandidat lain bahkan semua kandidat, akan lebih baik bila sesegera mungkin memperkenalkan dirinya ke publik Jawa Timur. Agar masyarakat mendapat gambaran yang lebih jelas dan nyata siapa calon pemimpin mereka.
Bersaing secara ksatria, adu program, adu prestasi, adu visi-misi tak cukup digambarkan melalui debat kandidat yang biasanya difasilitasi KPUD. Lebih dari itu, masyarakat Jatim tentunya ingin mengenal lebih dekat para kandidat, dalam keseharian, dan dalam praktik kerja yang selama ini dilakoninya.

Mudah-mudahan hal itu bisa dipahami oleh semua kandidat, yang akan maju ke Pilkada Jatim, membuka diri ke publik. Yang akhirnya masyarakat dengan bebas menentukan siapa yang bakal dijadikan pemimpin di Jawa Timur. Tak memilih pemimpin, seperti ‘memilih kucing dalam karung’. Totok Hartana



Berita Terkait