Berita Metro

Kamis, 21 Desember 2017  22:17

Wabup Trenggalek MInta ASN MIliki Kesadaran Berzakat

Wabup Trenggalek MInta ASN MIliki Kesadaran Berzakat
TRENGGALEK (BM) - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Trenggalek masih kurang memiliki kesadaran untuk memberikan zakat dari sebagaian hartanya. Penilaian itu setidaknya terlihat dari penerimaan zakat yang diterima Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Trenggalek yang masih jauh dari harapan.

Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek Moch. Nur Arifin mengatakan, secara kasar tentang hitungan gaji seluruh ASN yang ada di Trenggalek sebenarnya mencapai Rp 800 hingga Rp 900 miliar pertahun. Jadi, setidaknya dalam setiap bulannya didapatkan zakat dari penghasilan ASN tersebut sebanyak Rp 500 hingga Rp 600 juta. “Namun kenyataanya dalam setiap bulannya hanya bisa dikumpulkan zakat dari hal tersebut sekitar Rp 300 juta,” katanya.

Karena itu, kata dia, masih perlu adanya motifasi khusus agar para ASN rela memberikan zakat gajinya berdasarkan ketentuan. Sebab, saat ini kepala daerah telah menasarufkan sebagaian hartanya untuk berzakat.  “Semoga saja hal itu bisa dicontoh para pegawai ASN yang ada,” harapnya.

Masih menurut Arifin, pemberian zakat bukan hanya dalam bentuk uang maupun kebutuhan sehari-hari yang langsung digunakan para orang yang membutuhkan. Melainkan bisa pula dengan cara pemberian bantuan tempat usaha, seperti gerobak dan bantuan dana bergulir bagi para pedagang kali lima (PKL) yang masih memiliki penghasilan rendah.

Arifin juga berharap, dengan pemberian bantuan tempat usaha tersebut bisa meningkatkan penghasilan para PKL, hingga menyisihkan penghasilannya minimal sekitar Rp 1 ribu sehari. Penyisihan penghasilan tersebut akan disalurkan kembali kepada yang membutuhkan lewat bantuan serupa.

Ketua Baznas Kabupaten Trenggalek, Mahsun Ismail juga mengungkapkan, pada tahun ini pengumpulan zakat dari ASN di Trenggalek secara keseluruhan bagus. Itu terlihat dari tahun sebelumnya yang tiap bulan pengumpulan zakat hanya berkisar di angka Rp 10 juta.

“Tahun ini sejumlah ada sekitar Rp 250 juta hingga Rp 300 juta disetiap bulan. Namun hal itu masih belum sesuai harapan besar Baznas yang setiap ASN bisa mengzakatkan satu persen dari penghasilannya, atau sekitar Rp 40 ribu perbulan,” paparnya. (ko/udi)




Berita Terkait