Berita Metro

Kamis, 25 Mei 2017  19:43

Ratusan Ribu Butir Obat Daftar G Dimusnahkan

Ratusan Ribu Butir Obat Daftar G Dimusnahkan
Sejumlah barang bukti hasil operasi Cipta Kondisi 2017 dimusnahkan di halaman belakang Mapolres Situbondo.
SITUBONDO (BM) – Peredaran obat-obatan terlarang dan minuman keras (miras) di sejumlah daerah di Jawa Timur, masih marak dan mencemaskan. Terbukti, selama sebulan digelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) menjelang Ramadhan 2017, polisi berhasil mengamankan ratusan ribu butir obat darftar G dan ribuan miras.
 
DI Situbondo, misalnya, sebanyak 100.598 butir obat daftar G disita dari 13 orang diduga sebagai pengedar. Saat ini, sebanyak 13 orang itu sudah dijadikan tersangka dan sedang menjalani proses hukum.  "Dari 13 tersangka itu, dua di antaranya adalah perempuan. Ini hasil operasi cipkon yang kita menjelang bulan puasa," kata Kapolres Situbondo, AKBP Sigit Dany Setiyono dalam jumpa persnya.
 
Tak hanya obat daftar G saja. Selama Operasi Cipkon, polisi juga menyita barang bukti 9,2 gram sabu dari tangan 8 orang yang kini juga sudah dijadikan tersangka. Selain itu, Polres Situbondo juga menyita 600 botol miras dari 44 orang penjual di Situbondo. Miras sebanyak itu kebanyakan jenis arak. 
 
Menjelang puasa, ratusan botol miras itu sengaja dimusnahkan. Pemusnahan miras dilakukan di halaman belakang Mapolres Situbondo. Secara simbolis, pemusnahan miras dilakukan pejabat Forkopimda Situbondo, dengan menuangkan miras ke dalam drum.
 
Tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta perwakilan Granat juga hadir dalam acara tersebut. Selain dituangkan ke dalam drum, ratusan botol miras juga dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat. 
 
"Miras yang dimusnahkan ini juga hasil Operasi Cipkon. Ke depan kita untuk terus menggiatkan pemberantasan narkoba dan miras di Situbondo," tegas Kapolres Sigit. 
 
Pemusnahan hasil operasi cipta kondisi yang dilakukan sebulan terakhir berupa barang bukti miras dan narkoba juga dilakukan Polres Jember dan Madiun. Di Jember, pemusnahan dilakukan di halaman mapolres setempat dengan disaksikan Forkopimda, Ormas dan sejumlah tokoh masyarakat. "Jumlahnya adalah 7.888 minuman keras, 7 gram sabu, 200 ribu pil koplo, 5 gram tembakau Gorila dan 1 gram ganja. Ini hasil satu bulan terakhir. Barang bukti kita kumpulkan. Memasuki bulan Ramadan ini kita musnahkan bersama-sama," terang Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo.
 
Menurut Kusworo, setelah operasi cipta kondisi, pihaknya juga akan melakukan operasi pekat, barang bukti nantinya juga akan dikumpulkan dan dimusnahkan. 
 
"Memasuki operasi pekat nanti akan ada pemusnahan barang bukti lagi," tandasnya.
Sementara itu, sebanyak 3.270 liter minuman keras jenis arak Jowo dan pabrikan yang merupakan barang bukti kasus kejahatan tindak pidana ringan juga dimusnahkan di Polres Madiun.
 
Pemusnahan dilakukan di lapangan Tri Brata Mapolres Madiun dengan dihadiri Bupati Madiun, anggota Forkopimda Kabupaten Madiun, Perwakilan DPRD Kabupaten Madiun,  Pimpinaan Ormas Keagamaan PC NU/PD Muhammadiyah setemat, Anggota FKUB, MUI, serta tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Madiun. (nt/det/udi) 



Berita Terkait