Berita Metro

Selasa, 03 Januari 2017  19:39

Rawan, Fly Over Peterongan Dipenuhi PKL

Rawan, Fly Over Peterongan Dipenuhi PKL
Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di kolong fly over Peterongan menjadikan pemandanagan tak sedap
Jombang (BM)– Kolong fly over wilayah Jombang mulai terlihat kumuh dengan banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memanfaatkan. Fly over yang telah difungsikan sebagai alternative menanggulangi kemacetan yang diakibatkan oleh keberadaan lajur kereta api di jalan Peterongan, sekarang kolong fly over justru dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk berjualan. Mulai warung kopi, pedagang buah-buahan sampai penjual helm berbaur untuk menawarkan dagangannya.
 
Salah satu penjualnya bernama Kiswan (37) warga Desa Ngrawe Kecamatan Peterongan Jombang. Penjual berbagai macam buah-buahan ini mengaku sudah sekitar dua tahun berjualan di kolong fly over. Dirinya mengaku sengaja berjualan di lokasi itu karena dekat dengan rumahnya. “Dulu saya berjualan di Surabaya. Sekarang pindah disini karena bisa dekat dengan anak dan istri,” ujarnya. 
 
Terkait masalah pendapatan, Kiswan mengaku sebenarnya tidak jauh berbeda dengan saat ia berjualan di Surabaya. Karena jika berjualan di Surabaya, semua membutuhkan uang, diantaranya untuk kos, makan dan lain-lain. Sedangkan jika di fly over, ia bisa berhemat lantaran semua sudah disiapkan dari rumah sendiri. “Pendapatannya sama saja,” imbuhnya.
 
Sementara terkait perizinan, Kiswan mengaku jika untuk bisa berjualan di fly over, ia tidak harus menyewa tempat. Tetapi hanya cukup meminta izin kepada RT setempat. 
 
“Segala perizinan berdagang di sini cukup dengan RT dan warga setempat,’’ tandasnya.
 
Senada dengan Kisman, PKL lain yang enggan disebut namanya juga mengaku ikut berjualan di kawasan fly over karena 
sebelumnya sudah ada yang membuka lapak di lokasi tersebut. Ia menambahkan, bahwa berdagang di fly over juga ada aturannya. Antara lain batasan waktu untuk berdagang. “Berdagang disini hanya diperbolehkan sampai pukul 24.00 WIB. Selebihnya dilarang. Namun ada saja beberapa yang melanggar dan akhirnya dirazia oleh Satpol PP,’’ ujarnya.(jom/dra)



Berita Terkait