Berita Metro

Selasa, 27 September 2016  19:32

Proses Pembanguan Pangkalan TNI di Natuna, Tetap Dilanjutkan

Proses Pembanguan Pangkalan TNI di Natuna, Tetap Dilanjutkan
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat ziarah ke makam Gus Dur di kompleks Ponpes Tebu Ireng
JOMBANG (BM) – Kondisi NKRI dengan Tiongkok memanas. Ini, karena proses pembangunan pangkalan TNI di Kepulauan Natuna. Pihak Indonesia, tetap melaksanakan pembangunan itu, meski pihak Tiongkok pernah memasukkan kepulauan kaya gas alam tersebut ke dalam peta wilayahnya. Alasan Indonesia, selain Kepulauan Natuna adalah milik sah, juga pembangunan pangkalan itu posisinya strategis.
 
“Atas petunjuk presiden, pembangunan pangkalan TNI akan dibangun di pulau-pulau terluar yang strategis. Yakni di Natuna, kemudian Morotai, kemudian Biak, Merauke, dan Komlaki, dengan berdasarkan asas prioritas,” tegas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai ziarah di makam mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di kompleks Ponpes Tebuireng, Jombang, Selasa (27/9).
 
Terkait potensi konflik dengan Tiongkok, Gatot secara tegas menyatakan pemerintah Indonesia siap menghadapi segala kemungkinan. “Kami siap dari berbagai kemungkinan. Tapi Pemerintah Indonesia punya dua strategi yang disampaikan. Satu bertekad mewujudkan Laut Cina Selatan damai dan stabil, dan mengimbau semua pihak agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang merusak stabilitas di Laut Cina Selatan,” tandas Gatot Nurmantyo
 
Sementara, Kepulauan Natuna terletak di tengah Laut China Selatan yang kaya sumber daya alam menjadi sumber konflik kedaulatan RI. Presiden Joko Widodo pada Maret 2015, mengkritik peta milik Tiongkok yang memasukkan Natuna dalam wilayahnya. Padahal, pulau-pulau terluar pada Kepuluan Natuna yang menjadi titik dasar terluar wilayah Indonesia telah ditetapkan dalam Deklarasi Djuanda, pada tahun 1957.
 
Bahkan, sesuai dengan Konvensi Hukum Laut 1982, titik dasar tersebut telah didaftarkan oleh Pemerintah Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2009. Kepulauan Natuna berada di antara ujung barat laut Indonesia di Kalimantan dan ujung selatan Vietnam memiliki 270 pulau dan menjadi bagian Provinsi Kepulauan Riau dengan 70.000 penduduk. (son/nov)



Berita Terkait